Tak Ada Aturan Khusus, Tarif Angkutan Wisata Sesuka Motoris

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau dikenal dengan keindahan objek wisata bawah lautnya, keberadan pulau-pulau indah dihampir sepanjang perairan Berau membuat Berau selalu menjadi kujungan wisata unggulan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Untuk menunjang itu semua tentunya perlu dukungan sarana transportasi yang memadai, sehingga wisatawan tak perlu kesulitan saat akan berwisata. Namun apa jadinya, jika tarif sarana transportasi wisata justru menjadi permainan pihak-pihak tertentu yang tak jarang mengakibatkan wisatawan kapok berkunjung ke destinasi wisata Berau.

Tengku Fany Anggraeni misalnya, wisatawan asal Kota Bekasi ini kaget saat mengetahui biaya penyeberangan ke Pulau Derawan, dari informasi yang dikumpulkan dengan fakta di lapangan, sungguh berbeda. Satu kali penyeberangan tujuan Tanjung Batu-Pulau Derawan dirinya harus membayar Rp100 ribu, sementara informasi yang diperoleh sebesar Rp50 ribu.

"Mahal sekali untuk sekali penyeberangan, saya tadi coba tanya di beberapa speedboat lain, itu harganya beda-beda tidak satu suara. Sialnya, saya dapat yang segitu, ternyata ada yang Rp75 ribu," ungkapnya kepada beraunews.com beberapa waktu lalu.

Bukan hanya tarif penyeberangan ke Pulau Derawan, namun juga biaya wisata keliling sejumlah objek wisata unggulan lainnya sungguh dinilai mencekik wisatawan.

"Bayangkan saja, saya mau keliling pulau itu biayanya Rp2,5 juta, ngeri sekali. Kalau wisatawan lokal saja segitu gimana kalau wisatawan asing coba," tanyanya.

Sementara, salah seorang motoris yang enggan disebutkan namanya mengatakan, biaya tersebut masih relatif murah. Pasalnya, jika musim libur biasa mencapai Rp3,5 juta untuk ongkos sekali keliling pulau wisata.

"Ya memang segitu, biaya sudah segitu. Ini termasuk murah pokoknya. Untuk wisata keliling Pulau Maratua, Sangalaki, Kakaban," ujarnya.

Ditanya soal aturan tarif dari Pemkab Berau, motoris tersebut mengaku jika tidak ada aturan itu.

"Pokoknya harga itu pasti motoris yang mainkan," imbuhnya.

Ditemui di sela-sela kegiatan pawai budaya di Kecamatan Teluk Bayur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Rohaini mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan telah melakukan koordinasi terkait penetapan tarif penyeberangan di Pulau Derawan. Namun, saat ini masih dalam proses penyusunan.

"Kita sudah rapat soal itu, sekarang masih disusun. Bukan hanya tarif penyeberangan, tapi juga standar biaya makan disana. Semua sudah kita koordinasikan bersama Dishub dan Diskoperindag, mudah-mudahan segera rampung," tutupnya singkat.(msz)