Tak Ada Tindakan, Pungli Kakaban Masih Terjadi

MARATUA – Pungutan liar (pungli) berkedok retribusi masuk di obyek wisata Pulau Kakaban masih terus terjadi. Sampai saat ini belum ada langkah kongkrit dari Pemkab Berau menangani persoalan ini. Padahal, sebelumnya sudah ada instruksi untuk menghentikan pungutan yang dilakukan oknum warga itu.

Seperti yang diketahui, kabar yang beredar oknum yang melakukan pungutan retribusi masuk ke Pulau Kakaban tersebut adalah salah seorang warga yang mengklaim jika lahan yang ada di pulau wisata itu merupakan lahan hak miliknya.

Hal itu pun diakui Camat Maratua, Abdul Jabar saat dikonfirmasi beraunews.com, Rabu (3/8/2016). Ia mengatakan, jika pengutan retribusi tersebut masih saja terjadi meski telah ada instruksi dari Wakil Bupati, Agus Tantomo untuk menghentikan penarikan retribusi kepada wisatawan yang ingin masuk ke pulau menikmati keunikan danau didalamnya.

Menurut Jabar, oknum warga yang melakukan pengutan tersebut merupakan warga yang berdomisili di Pulau Derawan. Penarikan retribusi yang dilakukannnya juga dapat dikatakan ilegal lantaran tak memiliki izin.

“Saya masih mendengar ada pungutan retribusi disana (Pulau Kakaban-red). Meski mereka mengklaim itu adalah lahan hak miliknya, semestinya tidak boleh melakukan hal itu tanpa mengantongi izin terlebih dahulu, maka dari itu mereka melakukan hal yang ilegal. Jembatan itu kan juga milik pemerintah daerah, bukan milik mereka,” ungkapnya.

Menegenai hal tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar permasalahan sengketa lahan dan penarikan retribusi liar di Pulau Kakaban dapat teratasi dengan cara mengajukan surat laporan ke pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk menunggu langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

“Itu kan lahan milik negara, milik pemerintah dan penanganannya harus melalui pemerintah daerah. Saya sudah tiga kali mengajukan surat laporan ke instansi terkait namun belum ada tindakan. Itu saya lakukan sebagaimana tugas saya sebagai kepala wilayah di Kecamatan Maratua,” pungkasnya seraya berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar persoalan ini cepat teratasi.

Penarikan retribusi di Pulau Kakaban memang benar terjadi. Seperti investigasi beraunews.com beberapa waktu yang lalu saat mengunjungi pulau wisata tersebut. Biaya pungutan yang dikenakan ke pengunjung Rp20 ribu per orang, namun jika masuk bertiga sekaligus dikenakan biaya Rp50 ribu.(ea)