Berdampak Pada Pariwisata, Daftar Harga Wajib Disediakan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Rohaini akhirnya angkat bicara terkait adanya keluhan beberapa pengunjung Tepian Sungai Segah. Keluhan tersebut terkait tidak adanya daftar menu makanan disertai harga pada gerobak atau rombong kuliner yang berjejer di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut. Kondisi ini, menurutnya, bisa berdampak pada sektor pariwisata. Padahal saat ini Pemkab sedang gencar-gencarnya promosi ke daerah lain maupun mancanegara.

“Walaupun orang menganggap kecil, tapi itu sudah berkesan bagi orang-orang yang datang. Kalau kita tidak bina, bagaimana pun nantinya, pasti pariwisata yang kena. Apalagi yang di Tanjung Redeb (Tepian Sungai Segah-red), itu sudah menjadi ikon,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu agar tak berdampak pada sektor pariwisata, Rohaini pun akan segera berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SPKD) terkait. Pihaknya akan meminta adanya standarisasi harga makanan dan minuman yang ada di tempat-tempat wisata.

Dijelaskan, pihaknya siap mengkoordinasikan terkait fasilitas pendukung destinasi wisata ini. Dengan gerak cepat tentunya, sebab  memang masalah daftar harga ini  telah menjadi persoalan. Seharusnya standar harga dipajang, sehingga ada kepastian harga untuk setiap makanan atau minuman yang dijual.

Selaku leading sektor pariwisata, pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah lain seperti membentuk tim pengawasan dan pemantuan terhadap kuliner di daerah destinasi wisata jika SKPD terkait belum bisa mengakomodir daftar menu tersebut.

“Kalau memang belum bisa diakomodir hal seperti itu, kami sudah membentuk tim pengawasan dan pemantuan terhadap kuliner di daerah destinasi atau bisa kami sebut objek itu DWT (destinasi wisata),” tambahnya.

Selain daftar menu, Rohaini mengatakan pihaknya juga akan mengawasi aspek kesehatan, yakni memastikan makanan atau minuman yang dijual benar-benar higienis, termasuk sistem dalam penyajiannya kepada pembeli.

“Apakah itu di Maratua, Derawan maupun di Tanjung Redeb sendiri, kuliner yang ada itu mestinya memang kita tertibkan harganya, selain terkait harga, tim ini juga menyangkut masalah kesehatannya, masalah penyajiannya, dan masalah menunya juga itu harus diawasi,” ujarnya.

Terakhir, ditegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk membahas dan mencari solusi akan permasalahan dalam jajanan kuliner yang ada di Berau khususnya di Tepian Sungai Segah.

“Artinya, walaupun kami tidak menyangkut teknisnya, namun kami mengkoordinasikan didalam tim itu atau juga kepada satuan kerja terkait. Mungkin Diskoperindag, Dinas Kesehatan, dan lainnya. Misalnya, PDAM sendiri terkait bagaimana aliran air yang ada (untuk mencuci peralatan seperti gelas, piring dan sendok -red),” pungkasnya.(sai)