Masyarakat Wilayah Wisata Wajib Kuasai Bahasa Asing

TANJUNG REDEB – Guna menunjang perkembangan obyek wisata, Bupati Berau, Muharram menilai sudah saatnya diperlukan pembenahan pengelolaan wisata yang dapat memenuhi kriteria sebagai destinasi wisata unggulan.

Dikatakan Bupati, peran pemerintah tidak akan pernah cukup, tanpa adanya kesadaran masyarakat, utamanya masyarakat disekitar objek wisata. Kesadaran masyarakat dimaksud seperti, menjaga kebersihan serta menjaga fasilitas publik yang telah ada.

“Kita perlu melakukan penataan terhadap wisata kita. Hal itu bisa dimulai dengan kesadaran semua kalangan untuk menjaga lingkungan, jangan sampai dengan tangan-tangan kita sendiri membuat daya tarik wisata kita menjadi berkurang. Untuk itu, perlu adanya kesadaran peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarangan tempat. Jika perlu, sampah yang kita timbulkan jangan ditinggal, bawa pulang kembali,” ujar Bupati saat memimpin rapat di ruang Kakaban,Kantor Bupati, Rabu (13/7/2016).

Sementara Wakil Bupati, Agus Tantomo menilai pentingnya pembinaan bahasa inggris kepada masyarakat disekitar objek wisata agar para wisatawan mancanegara yang berkunjung bisa dengan mudah berinteraksi dengan penduduk lokal.

“Saya inginkan penduduk yang berada di tempat wisata itu bisa berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, sehingga mereka dapat dengan mudah berinteraksi dengan wisatawan mancanegara,” harap Wabup.

Harapan Wabup itu langsung ditanggapi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Rohaini. Ia mengakui jika saat ini pelatihan bahasa inggris belum dimasukkan pihaknya dalam program kerja. Oleh sebab itu, pihaknya akan memasukkan usulan tersebut dalam program kerja mendatang.

“Usulan Wakil Bupati tadi akan kami lakukan, karena hal itu penting untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara sehingga mereka bisa berinteraksi dengan mudah. Selama ini kita sudah melakukan program pelatihan guide, driver dan motoris dan tambahan tadi akan kami masukkan dalam program peningkatan dan kapasitas sumber daya masyarakat,” ujarnya.

Disamping itu, untuk mewujudkan keinginan Wabup tersebut, Rohaini juga meminta peran serta pihak ketiga untuk melakukan pembinaan terhadap masyaralat setempat.

“Kami juga mengharapkan partisipasi pihak ketiga. Jadi dimana peran sertanya yang memiliki resort, masa pemerintah terus. Pemerintah itu kan tugasnya hanya untuk memenuhi prasarana seperti jalan, jembatan dan kemudian pembinaan  masyarakat usaha kecil menengah. Tapi kalau memang itu kebutuhan masyarakat, ya harus kita programkan ke dapan,” tutupnya.(ea)