Hutan Tangap Wisata Alternatif Dalam Kota

 

TELUK BAYUR – Hutan Kota Tangap di Kecamatan Teluk Bayur menjadi pilihan masyarakat yang ingin mencari tempat wisata saat akhir pekan. Selain murah dan mudah dijangkau, pemandangan yang disajikan pun tak kalah dengan objek wisata lainnya yang ramai dikunjungi.

Awaludin misalnya, seorang pengunjung ini mengaku, Hutan Kota Tangap merupakan tempat wisata favoritnya bersama sang buah hati saat libur tiba. Meskipun ia juga tak menampik jika hutan yang sudah ada sejak belasan tahun ini baru kembali dibuka setelah mengalami pergantian pengelola.

"Kalau untuk liburan ke Derawan atau ke wilayah pesisir lain kan agak jauh, dan biaya juga tidak sedikit. Jadi saya lebih senang berkunjung ke hutan kota ini, selain jaraknya yang cukup dekat, harga tiket masuknya cukup terjangkau," kata pria berusia 27 tahun ini.

Selain faktor jarak yang cukup dekat serta biaya yang dikeluarkan murah, berwisata ke Hutan Kota Tangap memiliki beberapa kelebihan yang cukup membuat pengunjung nyaman saat ini, diantaranya terdapat sarana berfoto yang cukup menarik bagi wisatawan.

"Karena saya bawa anak dan keluarga, tentunya kita tidak mau kehilangan momen saat berkunjung ke sini. Makanya sejumlah fasilitas untuk berfoto yang disiapkan pengelola sangat bagus sekali," jelasnya.

Kesejukan begitu terasa saat memijakan kaki di jalur tracking yang telah dibuatkan pihak pengelola, meskipun jalur tracking yang ada belum mampu menjangkau seluruh kawasan Hutan Kota Tangap. Yang lebih menarik, masing-masing pohon yang tumbuh di hutan ini diberikan keterangan nama menggunakan papan, sehingga pengunjung bisa mengenal jenis pohon.

Sementara pengunjung lainnya, Wawan mengatakan jika berwisata ke Hutan Kota Tangap ini selain mendapatkan udara yang sejuk, juga sekaligus belajar mengetahui keanekaragaman pepohonan.

"Jadi wisata edukatif juga di sini," ucapnya.

Demi kelestarian Hutan Kota Tangap ada sejumlah imbauan yang ditegaskan bagi seluruh pengunjung yang datang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mappasikra Mappaseleng menyebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi wisatawan ketika mengunjungi Hutan Kota Tangap.

"Pertama pengunjung dilarang menggunakan atau menduduki kawasan secara tidak sah dan juga melakukan perambahan kawasan hutan kota," jelasnya.

Selain itu, pengunjung tak diperkenankan menebang/memotong/mengambil dan memusnahkan tumbuhan, menembak apalagi mengambil satwa yang hidup di Hutan Kota Tangap.

"Membuang sampah sekalipun membakar dan merusak sarana prasarana juga poin penting untuk diperhatikan. Semua ini tentu demi keberadaan hutan kota yang tetap terjaga," imbuhnya.(hms5/bnc)