Wah, Ini Jadi Perhatian Disbudpar

TANJUNG REDEB – Tak adanya fasilitas seperti tempat ganti pakaian dan WC di Pulau Derawan sempat dikeluhkan wisatawan yang berlibur ke pulau wisata tersebut. Pasalnya, jika mereka ingin ganti pakaian dan buang air meski pergi ke penginapan yang mungkin jauh dari posisi pantai tempat mereka mandi atau berenang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Rohaini mengatakan, untuk fasilitas itu memang sudah menjadi perhatian pihaknya untuk dilengkapi. Namun, pihaknya perlu mengkaji dan mensurvei tempat untuk penempatannya.

“Kalau seperti tempat berbilas saya lihat disana sudah ada, tapi kalau untuk ganti pakaian memang masih belum ada dan itu jadi perhatian kami. Kami akan survei dulu kesana karena untuk membangun itu memerlukan lahan,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Sementara itu, terkait WC, Rohaini mengakui memang agak sulit untuk direalisasikan, tapi bukan tidak mungkin untuk dibuat. Pasalnya, pihaknya harus melakukan kajian dan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, salah satunya Badan Lingkungan Hidup (BLH) perihal pencemarannya.

“Kalau WC itu kami perlu koordinasi dengan BLH dulu. Karena itu menyangkut pencemaran lingkungan, kemana harus kita arahkan limbahnya dan jangan sampai merusak dan mencemari lingkungan pantai,” bebernya.

Dikatakannya, beberapa penginapan yang ada di tepi pantai Pulau Derawan sendiri juga sudah banyak menyediakan WC unuk Mandi, Cuci, Kaskus (MCK), sehingga untuk WC umum kemungkinan masih bisa dipikirkan kembali untuk direalisasikan.

“Kalau memang sangat dibutuhkan, maka akan kita realisasikan. Tapi saya lihat yang sangat perlu sekarang memang tempat ganti pakaian dan ini akan kami kaji dan semoga bisa kita realisasikan,” pungkasnya.(dws)

Foto : Rohaini