Meski Jadi Andalan, Pulau Derawan Masih Dikeluhkan

PULAU DERAWAN - Pulau Derawan dan sekitarnya masih menjadi andalan berlibur bagi para wisatawan lokal maupun manca negara. Namun, tak sedikit wisatawan yang mengeluhkan fasilitas disana seperti, WC Umum, tempat berbilas atau ganti pakaian hingga penjaga pantai.

Salah seorang wisatawan, Hasan mengaku dirinya sudah sejak tahun 1995 sering mengunjungi Pulau Derawan. Diakuinya, Pulau Derawan masih menjadi tempat andalan keluarganya untuk berlibur.

“Saya hampir setiap tahun berlibur kesini, saya selalu membawa serta keluarga untuk melepas penat dan juga menikmati suasana pantai sambil berenang-berenang disini,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Namun disayangkannya, minimnya WC serta tempat berganti pakaian untuk para wisatawan yang ingin ataupun usai berenang menjadi salah satu kelemahan Pulau Derawan. Padahal, tak sedikit orang yang berkunjung setiap tahunnya ke salah satu pulau wisata andalan Kabupaten Berau ini.

“Saya lihat tak ada tempat berganti pakaian dan WC, kasihan para wisatawan yang menginapnya jauh dari tempat mereka berenang. Kalau selesai mandi terpaksa basah-basahan pulang ke penginapan mereka dan itu juga yang saya rasakan,” tambahnya.

Dikatakannya, terakait keamanan sendiri, seharusnya Pulau Derawan sudah harus memiliki penjaga pantai yang siap siaga setiap saat melihat dan menjaga wisatawan yang sedang berenang. Karena, ini merupakan hal utama yang harus diperhatikan pemerintah.

“Penjaga pantai itu penting, mungkin kita bisa lihat di kota-kota lain yang memiliki tempat wisata pantai. Di daerah luar sudah ada beberapa penjaga pantai yang siap siaga mengawasi setiap wisatawan berenang,” bebernya.

Jika hanya sekedar sepanduk tanda larangan saja, kemungkinan besar banyak tak mengindahkannya. Sebab, banyak wisatawan yang fokus dengan keseruan tanpa memikirkan setiap pemberitahuan yang ada.

“Saya harap ke depan itu semua fasilitas bisa dilengkapi disini. Bukan hanya spanduk tanda larangan saja, sayang sekali kalau Pulau Derawan masih menjadi andalan tapi pengelolaannya dan fasilitas kurang maksimal dan lengkap,” pungkasnya.(dws)