Tulung Ni' Lenggo Dijamin Aman dari Ancaman Predator

 

BATU PUTIH – Menghindari terjadinya informasi simpang siur terkait objek wisata Tulung Ni’ Lenggo, Pemerintah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, melalui Ketua BUMK Rindang Jaya Kampung Tembudan, Bernard Gultom menyampaikan, bahwa objek wisata yang dikelola oleh pihaknya dipastikan aman dari ancaman buaya.

Dijelaskannya, saat membuka Tulung Ni’ Lenggo menjadi objek wisata, pihaknya telah jauh-jauh hari melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.
 
"Itu sudah bagian dari rencana. Kami juga tidak akan membuka objek ini jika sifatnya membahayakan," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (31/08/2017).
 
BACA JUGA : Sekitar Objek Wisata Terdapat Predator, Pengelola Wajib Pasang Plang
 
Memang diakuinya, tak jarang juga, setiap pengunjung yang datang sempat menanyakan keberadaan reptil purba tersebut.
 
“Banyak juga pengunjung yang datang menanyakan hal itu, karena mungkin melihat kondisi geografis telaga. Kita akui adanya kekhawatiran itu. Tapi kami jamin, objek wisata ini aman dikunjungi,” tegasnya.

 

Apalagi lanjut dia, pihaknya juga telah menempatkan dua orang petugas, yang bertugas melakukan pengawasan di sekitar telaga, termasuk memantau aliran sungai.
 
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembersihan di sekitar objek wisata dari semak belukar yang ada di sekitar tepi telaga, maupun tumbuhan yang tumbuh di dalam telaga. Penyisiran pun kerap dilakukan di sepanjang aliran sungai.
 
"Memang dari penyisiran itu, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda 'keberadaannya'. Kita juga ada rencana akan melakukan pemasangan seperti jaring khusus untuk antisipasi permanen. Tetapi untuk saat ini belum dilakukan dikarenakan dana yang belum memadai," terangnya.

 

Untuk itu, dirinya meminta kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan isu-isu atau informasi yang melebih-lebihkan agar tidak menimbulkan opini buruk bagi pengunjung yang datang. Disamping itu, ia juga meminta pengunjung yang datang untuk mengikuti prosedur atau aturan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.
 
“Selama mengikuti peraturan yang telah kita tetapkan, kita bertanggung jawab penuh terkait keamanannya. Namun, ketika pengunjung tidak perduli dengan aturan kita, seperti berkunjung ketika jam tutup, kita jelas tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia