Keren!!! Derawan Wakil Kalimantan di Penilaian ISTA 2017, Bersaing Dengan 23 Destinasi se-Indonesia

 

TANJUNG REDEB – Destinasi wisata Kepulauan Derawan menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Kalimantan Timur bahkan dari Pulau Kalimantan yang masuk dalam penilaian Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) Tahun 2017 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Objek wisata unggulan Bumi Batiwakkal ini bersaing dengan 23 objek wisata lainnya di Seluruh Indonesia. Tim penilai ISTA Award yang melakukan klarifikasi lapangan disambut langsung Bupati Berau, Muharram bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Mappasikra Mappaseleng.
 
Dihadapan tim penilai, Bupati Muharram memaparkan langsung kondisi wisata di Kabupaten Berau yang tersebar dari seluruh kecamatan mulai pesisir, pedalaman dan kepulauan. Begitu juga dengan keragaman wisata budaya, kuliner dan sejarah yang hingga kini masih terus dilestarikan.
 
Muharram juga memaparkan keterlibatan seluruh stakeholder dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan dengan baik dan pariwisata berbasis masyarakat, dikatakannya diwujudkan di Bumi Batiwakkal.
 
“Kita mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam pariwisata, pengelolaan lingkungan dan menyediakan layanan wisatawan seperti homestay,” jelasnya.
 
Bupati Muharram juga mengaku bangga Berau bisa masuk dalam penilaian ISTA 2017 yang kali pertama diadakan Kemenpar. Terlebih Berau menjadi satu satunya wakil dari Kalimantan, sehingga masuk dalam penilaian ini menjadi semangat daerah bersama seluruh pelaku usaha pariwisata untuk terus membangun kepariwisataan Bumi Batiwakkal.
 
“Alhamdulillah kami terpilih dari sekian banyak usulan dan ini menjadi semangat dengan harapan bisa memperoleh penilaian yang terbaik,” ucapnya.

 

Sementara tim penilaian, Jatna Supriatna dari Universitas Indonesia mengungkapkan, penilaian ini merupakan turunan dari sustainable development goals (tujuan pembangunan berkelanjutan), dimana pada tahun 2016 lalu United Nations atau PBB meminta semua negara harus menuju pembangunan berkelanjutan, termasuk pariwisata berkelanjutan.
 
Atas dasar itu, Kemenpar bekerjasama dengan PBB menyelenggarakan award untuk sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan), dengan tujuan untuk melihat sampai dimana Indonesia, sesuai dengan kriteria, tata kelola manfaat ekonomi, masalah lingkungan, masalah masyarakat seperti budaya dan lainnya. Dimana dalam berkelanjutan tidak boleh ada yang tertinggi.
 
“Jadi dalam menilai tidak boleh hanya resotnya, community (masyarakat), tapi harus semua dalam satu kesatuan harus ikut,” ungkapnya.
 
Melalui penilaian ini dikatakannya, menjadi semangat daerah dengan destinasi wisatanya membangun wisata berkelanjutan, karena semua turis dikatakannya, mencari daerah daerah yang telah menerapkan wisata berkelanjutan. Bahkan turis sudah memilih daerah yang memiliki sertifikat pariwisata berkelanjutan. Melalui penilaian ini daerah terpilih akan menerima sertifikat sustainable tourism.
 
“Sebagai wakil dari Kalimantan ini sudah luar biasa, karena di Indonesia ada 24 yang terpilih dan seleksinya sangat ketat karena jurinya ada juri kehormatan, ada mantan menteri, professor-profesor dan ada banyak,” ungkapnya.
 
Bisa masuk kedalam 24 dikatakannya, sudah sangat luar biasa, sehingga kesempatan ini jangan sampai disia-siakan daerah. Agar menjadi destinasi terbaik dan menjadi contoh bagi destinasi wisata didaerah lain di Indonesia.(hms4/*bnc)