Sekitar Objek Wisata Terdapat Predator, Pengelola Wajib Pasang Plang

 

TANJUNG REDEB- Akhir-akhir ini, masyarakat sering dihebohkan dengan kemunculan buaya. Kini, buaya kembali "pamer diri" di wisata Pantai Talisayan Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan. Tentu saja, hal itu membuat masyarakat yang biasa berkunjung ke sana menjadi was-was.

Kondisi ini pun mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng. Ia mengatakan, untuk objek wisata yang sekitarnya dihuni oleh buaya, alangkah baiknya pihak pengelola atau pemerintah setempat melakukan langkah antisipasi sejak dini.

"Pengelola atau pemerintah di sana harus buat pengumuman. Kalau perlu, dipasang plang tanda ada buaya, agar pengunjung bisa waspada," ungkapnya pada beraunews.com, Sabtu, (26/08/2017)

Baca Juga : Heboh!!! Buaya Terekam Drone di Pantai Wisata Talisayan

Ia menyampaikan, pengumuman atau pemberitahuan kepada masyarakat terkait keberadaan predator di sekitar objek wisata, sangat penting untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, pengumuman harus dibuat sejelas mungkin. Mulai kapan, di mana saja buaya tersebut sering muncul, dan berapa radius kemunculam buaya dari tepi pantai.

"Jadi masyarakat yang datang tahu batasan bermainnya sampai dimana. Pengunjung pun tidak terlalu khawatir jika berada di sekitar pantai Talisayan itu," jelasnya.

Tak hanya itu, keberadaan objek wisata Tulung Ni' Lenggo juga tak luput dari perhatiannya. Pasalnya, berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, aliran Tulung Ni' Lenggo langsung mengarah ke muara sungai, dimana muaranya menjadi habitat predator.

Meskipun penampakannya tidak pernah terlihat tepat di titik objek wisata, akan tetapi, kata pria yang akrab disapa Sikra ini, pihak pengelola perlu membuatkan zona aman, serta pemberitahuan jelas kepada pengunjung. Pengelola juga harus terus memantau kondisi geografis aliran sungai itu sendiri. Bahkan kalau perlu ada upaya antisipasi, agar predator yang berdiam di sekitar muara tidak mendekati objek wisata.

"Makanya itu, tugasnya pengelola harus memberikan jaminan keselamatan, dan keamanan kepada pengunjung. Buatlah zona aman bagi pengunjung, jadi pengunjung tetap datang dan tidak khawatir," bebernya.

Sementara itu, pihaknya juga memahami akan kekhawatiran sejumlah pengunjung yang datang. Terlebih pasca kehebohan insiden buaya serta penampakan buaya di sekitar Pantai Talisayan beberapa waktu lalu.

"Pengelola juga harus memberikan statemen  kalau buaya itu berada di tempat lain, bukan di objek Tulung Ni' Lenggo. Memang historisnya, di aliran sungai itu ada buayanya. Makanya pengelola harus memberikan jaminan keamanan kepada pengunjung," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia