Sampah Masih Jadi Momok Pengembangan Wisata Berau

 

TANJUNG REDEB – Rabu (26/07/2017) pagi, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo menggelar pertemuan bersama dengan para pengelola resort yang berada di wilayah destinasi wisata Kabupaten Berau. Rapat yang dilakukan bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Mappasikra Mappaseleng ini, guna membahas berbagai persoalan menyangkut pengembangan pariwisata Berau.

Pemkab Berau sejak beberapa tahun terakhir memang tengah gencar membangkitkan industri pariwisata, agar kelak menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan selain dari sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Bahkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata menjadi salah satu prioritas yang ingin diwujudkan di Bumi Batiwakkal.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah persoalan sampah yang ada di pulau-pulau, yang hingga kini masih sulit ditangani. Wabup mengakui, selama ini memang belum ada solusi konkret dalam penanganan sampah. Karena berada di pulau, sampah-sampah tersebut tidak terangkut, bahkan sebagian terpaksa dibakar, sisanya menggunung dan terhampar di sepanjang bibir pantai, contohnya di Pulau Derawan. Padahal, Agus mengatakan, Derawan selama ini menjadi salah satu objek wisata andalan.

“Dulu wisatawan lebih memilih Pulau Derawan karena lebih dekat dan lebih murah. Tapi sekarang, di Maratua sudah ada bandara, ada pesawat dengan harga tiket yang lebih murah. Tidak lama lagi masuk pesawat Garuda Indonesia dan Wings Air, jangan sampai wisatawan enggan datang ke Pulau Derawan hanya gara-gara sampah,” katanya kepada beraunews.com.

Namun, sampah bukan hanya persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Derawan. Sampah juga banyak ditemukan di Pulau Maratua hingga Sangalaki. Andreas, pengelola resort di Pulau Sangalaki mengutarakan, sampah yang ditemukan di sejumlah pulau berasal dari dua sumber.

“Ada sampah lokal dan sampah kiriman. Karena pulau-pulau itu berada di muara, aliran sungai juga banyak membawa sampah. Sampah lokal juga banyak, jadi masalah sampah ini bukan hanya ada di Derawan, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai juga harus diberi pemahaman,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Agus mengatakan, dirinya bersama OPD terkait akan segera mencari solusi yang akan diaplikasikan untuk mengatasi masalah sampah ini.

“Selama ini solusi yang muncul hanya sebatas wacana. Karena itu, 15 Agustus nanti saya ke Maratua, saya mengundang pemilik resort, camat, kepala kampung dan DLHK. Kita putuskan solusi penanganan sampah,” tegas Wabup.

Dalam kesempatan itu, Kepala Disbudpar Berau, Mappasikra Mappaseleng juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah pengelola resort yang selama ini secara rutin mengirimkan data jumlah pengunjung. Data pengunjung ini penting sebagai acuan dalam menerapkan kebijakan yang menyangkut pariwisata.

“Kami terima kasih atas kerjasama pengelola resort, termasuk dalam pelaporan tingkat pengunjung,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S Zuhrie/Editor: Rita Amelia