Kamar Bola Semakin Terlupakan

 

TELUK BAYUR – Ada yang aneh jika melihat kondisi situs cagar budaya yang berada di Kecamatan Teluk Bayur. Bukan kerena bentuk fisik bangunan yang unik, namun jika diamati, beberapa bagian bangunan yang sudah diperbaiki, justru dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Bukan mengada-ada, tetapi itulah kenyataan yang ditemui jika melihat langsung ke lokasi cagar budaya tersebut. Padahal, bangunan tersebut rencananya akan dijadikan tempat bernostalgia atau museum, tapi wacana tersebut belum juga terlihat realisasinya. Lantas, siapa yang patut disalahkan dengan kondisi ini?

Saat ditemui, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng mengatakan, jika hasil rembuk bersama warga Teluk Bayur beberapa waktu lalu, bangunan kamar bola tersebut akan dijadikan museum batubara.

“Empat tahun yang lalu memang sudah mau dikembangkan dan itu berjalan, namun terkendala dengan apa saja komponen-komponen penunjang, seperti isi di dalam gedung yang akan diperlihatkan teman-teman dari pemerhati sejarah yang berada di Teluk Bayur, yang sudah punya beberapa koleksi,” ungkapnya ketika ditemui beraunews.com, Senin (10/07/2017).

 

Mau diapakan bangunan yang menjadi saksi bisu berjayanya zaman penjajahan tersebut, memang harus ada gebrakan jitu guna mewujudkan wacana yang ada, agar nantinya menjadi salah satu objek wisata sejarah juga di Kabupaten Berau.

Tetapi, terlepas rencana atau wacana tersebut, gedung yang ada saat ini harus dijaga keutuhannya. Dan hal ini bukan saja menjadi tanggungjawab Disbudpar Berau, melainkan juga perlu adanya kerjasama masyarakat, khususnya warga Teluk Bayur, yang selain menjadi pengawas juga sekaligus ikut menjaga cagar budaya yang ada.

"Warga sekitar lingkungan cagar budaya juga harus sadar akan keberadaan objek wisata ini, sehingga sinergi antara masyarakat dan pemerintah terlebih dinas terkait, juga bisa berjalan dengan baik dan semestinya," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia

Share