Hiu Paus Minim Pengunjung, Kadisbudpar Minta Lakukan Koordinasi

 

TANJUNG REDEB – Minimnya wisatawan atau pengunjung yang berkunjung ke wisata hiu paus melalui jalur Kecamatan Talisayan, sempat dikeluhkan pihak Kampung Talisayan. Pasalnya, banyak yang berkunjung ke wisata hiu paus melalui jalur lain, membuat pihak kampung sulit melakukan pendataan dan berpengaruh kepada Pendapatan Asli Kampung (PAK).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng mengatakan, melihat rencana yang disusun pihak kampung dengan satu pintu memang cukup bagus, dan pihak dinas juga mendukung. Hanya saja, saat ini perlu koordinasi antara motoris speedboat yang kerap membawa tamu atau wisatawan.

"Kita mendukung, ke depannya setidaknya ada pembicaraan diantara mereka, para pelaku usaha ini. Jadi dengan koordinasi yang baik pasti ada bisa dilaksanakan dengan baik," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (10/07/2017).

BACA JUGA : Liburan Lalu, Wisata Hiu Paus Sepi Pengunjung

Dikatakannya, memang tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke wisata hiu paus melalui jalur Pulau Derawan, maka, jika ada koordinasi ke depannya, bisa dilakukan dengan cara motoris dari Derawan harus masuk dulu melalui dermaga Talisayan dan selanjutnya perjalanan menggunakan kapal atau speedboat milik warga Talisayan.

"Bisa saja itu dilakukan, tour guidenya juga kalau ada silahkan, jadi kalau ada wisatawan mau datang dari jalur Derawan bisa singgah dulu ke dermaga Talisayan, wisatawan saya rasa mau saja membayar kok," tambahnya.

Mappasikra berharap ke depannya ada pembicaraan atau koordinasi antara motoris baik dari Pulau Derawan atau pulau-pulau lain dengan motoris di daerah pesisir. Sehingga tetap bisa memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

"Yang jelas kalau ada koordinasi, pasti berjalan dengan baik. Kita harap pelayanan kepada wisatawan tetap berjalan baik, dan kami juga mendukung langkah tersebut," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia