Liburan Lalu, Wisata Hiu Paus Sepi Pengunjung

 

TALISAYAN – Tak semua wisata unggulan menjamin minat pengunjung untuk datang berwisata, terutama saat libur hari besar tiba. Meskipun, tempat tersebut merupakan salah satu objek wisata yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Seperti halnya objek wisata potensial Hiu Paus (Whale Shark) di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan. Pada saat libur hari besar seperti lebaran lalu, pengunjung yang datang berwisata dinilai sangat minim dibandingkan kunjungan ke sejumlah objek wisata bahari lainnya seperti Pulau Derawan, maupun Kampung Biduk-Biduk. Kalaupun ada, pengunjung yang ingin melihat hiu paus tersebut, banyak memilih rute dari jalur laut ketimbang melalui Kampung Talisayan.

Akibatnya, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Talisayan kesulitan mengorek Pendapatan Asli Kampung (PAK) di sektor pariwisata. Tak hanya pendapatan kampung, hal itu juga berimbas pada pendataan jumlah pengunjung wisata yang dilakukan BUMK Talisayan.

“Libur lebaran kemarin sangat sedikit pengunjung. Kebanyakan datang dari Derawan. Ini juga sangat disayangkan, apalagi tidak ada koordinasi dengan kami," ungkap Ketua BUMK Talisayan, Hairil kepada beraunews.com, Sabtu (08/07/2017).

Sebenarnya, kunjungan melalui jalur laut selain jalur darat untuk melihat hiu paus, sudah lama terjadi. Untuk mencegah hal itu terus berlanjut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Berau, guna segera memberlakukan aturan satu pintu kepada pengunjung yang melihat hiu paus.

"Masih dalam tahapan, dan kami juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait," jelasnya.

Dirinya melanjutkan, dari koordinasi tersebut, didapat dua opsi dalam memberlakukan sistem satu pintu. Opsi pertama, para pengusaha agen travel harus melakukan izin dan bersedia dikenakan retribusi kepada BUMK Talisayan. Sementara opsi ke dua, pengusaha agen travel hanya mengantarkan tamu sampai dermaga Talisayan, dan selanjutnya menyerahkan pengunjung kepada pihak BUMK.

Penerapan sistem satu pintu, ditegaskannya bukan untuk mempersulit pengusaha agen travel maupun wisatawan yang hendak berkunjung. Hal itu dilakukan untuk menambah pemasukan kampung melalui sektor pariwisata, juga dilakukan untuk mempermudah pendataan jumlah pengunjung tiap tahunnya.

“Ini bukan mempersulit, tapi kita ingin pengunjung datang melalui jalur Talisayan, karena kita juga memerlukan data pengunjung sebagai bahan evaluasi," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia