Lagi!!! Wisatawan Soroti Jaringan dan Akses Jalan Menuju Objek Wisata

 

BIDUK-BIDUK- Kondisi jaringan selular di Kampung Teluk Sulaiman kembali dikeluhkan wisatawan. Pasalnya, hingga saat ini kondisi jaringan di salah satu objek wisata tersebut masih belum maksimal, dan kondisi ini pun menjadi keluhan rutin setiap kali wisatawan berkunjung.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pengunjung asal Tanjung Redeb, Rika Wulandari. Ia mengatakan, seharusnya daerah wisata seperti Teluk Sulaiman sudah difasilitasi dengan jaringan telekomunikasi. Sebab kata dia, Teluk Sulaiman merupakan salah satu tempat wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan ketika libur lebaran.

“Ini potensi wisata yang sudah dikenal luas, sangat disayangkan jika tak ada jaringan telekomunikasi di sini,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Menurutnya, dengan sulitnya mendapatkan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut, pengunjung merasa kesulitan untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Tak hanya Teluk Sulaiman, Labuan Cermin juga objek wisata yang cukup sulit mendapatkan sinyal.

“Kalau ada sinyal tentu tidak bosan menunggu atau bersantai, dan kita pun juga bisa menyebarkan foto-foto keindahan alam di sini lewat media sosial, sekaligus juga membantu promosi wisata di sini,” jelasnya.

Tak hanya persoalan jaringan saja yang menjadi sorotan wisatawan yang datang. Persoalan klasik yang juga selalu menjadi pertanyaan masyarakat, yakni kondisi jalanan yang hingga kini masih “babak belur” dan membahayakan pengendara.

Seperti diungkapkan Sabri, warga Tanjung Redeb, ia mengaku saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju pesisir selatan Berau, ditemukan sejumlah titik jalan yang terancam longsor, dan belum mendapat penanganan dari instansi terkait.

“Mulai dari Kecamatan Sambaliung sampai Biduk-Biduk ada banyak lubang. Bahkan ada juga jalan rusak seperti jebakan, tiba-tiba muncul saat sedang asyik berkendara,” bebernya.

Dirinya berharap, kondisi jalan tersebut segera dilakukan perbaikan mengingat akses tersebut juga mempermudah wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata.

“Ini demi kenyaman kita beraktivitas, kalau aksesnya bagus, kita juga tidak bosan berwisata. Tapi kalau jalannya rusak parah, kita juga pasti mikir mau kembali lagi, karena cukup membahayakan,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia