Antisipasi Hal Yang Tak Diinginkan Saat Libur Lebaran, Disbudpar Beri Pesan Kepada Pengelola Objek Wisata

 

TANJUNG REDEB- Saat libur lebaran, dipastikan sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Berau seperti Pulau Derawan, Maratua, Labuan Kelambu di Biduk-Biduk, Tulung Ni' Lenggo di Tembudan dan objek wisata lainnya akan dibanjiri pengunjung, atau wisatawan.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng mengimbau kepada pengelola objek wisata alam, maupun wisata bahari untuk lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan para wisatawan yang datang. Tak hanya itu, dirinya juga meminta pengelola membuat batasan-batasan, serta memperketat pengawasan kepada pengunjung, demi keamanan mereka.

Ia mencontohkan, seperti keberadaan objek wisata Labuan Cermin yang ada di Biduk-Biduk. Sebab, wisatawan harus menggunakan perahu untuk bisa menuju wisata tersebut. Tentu kondisi tersebut cukup membahayakan jika muatan dilakukan secara berlebihan. Disamping itu, kondisi cuaca juga harus selalu diperhatikan.

“Itu kan harus menggunakan kapal, dan itu punya batasan berapa orang sekali jalan, jangan terlalu over kapasitas. Kalau kapasitas kapalnya 10 orang, jangan diisi 15 orang, bahaya. Begitu juga bagi yang ingin melihat Hiu Tutul di Talisayan, atau berkunjung ke pulau-pulau wisata. Pengelola wisata atau motoris wajib mengutamakan keselamatan penumpangnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, keselamatan pengunjung merupakan hal yang utama dalam memberikan kenyamanan pengunjung dalam berwisata. Sebab, pihaknya tidak ingin hal yang tidak diiginkan kembali terjadi menimpa wisatawan yang ingin menikmati liburan di Kabupaten Berau.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, ada kasus pengunjung diserang ular berbisa saat mengunjungi objek wisata alam di Kecamatan Segah. Tidak hanya itu, kecelakaan dalam pariwisata juga terjadi menimpa 4 warga negara asing yang hilang saat melakukan diving di perairan Sangalaki di Kecamatan Pulau Derawan, beberapa tahun lalu.

“Ini yang kita antisipasi, dan pengunjung juga wajib memperhatikan peringatan-peringatan yang telah diberikan oleh pihak pengelola. Karena kebanyakan juga, meskipun  peringatan sudah diberikan terkadang pengunjungnya juga yang tidak memperhatikan,” terangnya.

Untuk itu dirinya berharap, saat libur lebaran mendatang tidak ada kejadian-kejadian yang dapat mengganggu kenyamanan liburan pengunjung.

“Kita berharap, dalam perjalanan menuju objek wisata maupun kepulangannya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia