Lahan Menyusut, Pulau Derawan Terancam Ditinggalkan Wisatawan

 

TANJUNG REDEB – Semakin menyusutnya luas daratan Pulau Derawan akibat abrasi air laut, belakangan menjadi kekhawatiran sendiri bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Pasalnya, luas daratan yang menjadi tempat kehidupan masyarakat yang mayoritas bersuku Bajau tersebut, diperkirakan akan semakin berkurang dan bahkan bisa menenggelamkan pulau tersebut.

Dampak yang sangat nyata bagi sektor pariwisata, disampaikan Kepala Disbudpar, Mapasikkra Mappaseleng, diantaranya akan semakin minimnya lahan untuk berwisata dalam hal ini ialah pantai. Jika lahan untuk berwisata telah minim, tidak menutup kemungkinan wisatawan tidak lagi memilih Pulau Derawan sebagai destinasi wisata pilihan mereka.

“Yang jelas dampaknya itu lahan akan semakin berkurang, tempat wisata jadi sempit dan terbatas. Ini dampak langsungnya yang bisa dirasakan. Suatu saat orang tidak lagi memilih Pulau Derawan, karena merasa sudah tidak nyaman,” ucapnya kepada beraunews.com, Jumat (12/05/2017).

BACA JUGAAbrasi Semakin Susutkan Luas Pulau Derawan, Pemkab Diminta Ambil Langkah Konkret

Terkait hal itu, dikatakannya harus ada tindakan penyelamatan agar daratan pulau tidak terus-menerus tergerus air laut. Tindakan tersebut, dikatakannya bisa melalui penelitian maupun kajian dari pihak yang berkompetensi atas hal tersebut.

“Memang harus ada tindakan, sehingga proses tergerusnya bisa diatasi. Mungkin bisa diawali dengan penelitian mengapa hal itu bisa terjadi. Sebab kuat dugaan ada perubahan alam yang terjadi. Ini yang harus terjawab dulu,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya tindakan tersebut harus segera dilakukan oleh instansi yang lebih mengerti terkait abrasi. Meskipun secara resmi belum pernah melakukan diskusi terkait abrasi, namun ia juga mengaku beberapa kali telah membahas hal tersebut bersama pihak lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) maupun Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK).

“Kita sering diskusi informal terkait hal ini. Memang sangat tepat kalau ini dilakukan oleh dinas terkait yang membidangi lingkungan. Kita sangat berharap ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi abrasi ini,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia