Manfaatkan ADK Untuk Fasilitas Kebudayaan Desa

 

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram, mengimbau kepada setiap kampung yang masih kental dengan nilai kebudayaannya, untuk terus menjaga aset kebudayaan milik kampungnya, baik tradisi, adat maupun fasilitas yang ada.

Hal itu dikatakannya demi menjaga kebudayaan masyarakat tetap terjaga. Dimulai dari melestarikan adat turun temurun yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, memperkenalkan produk kerajinan milik kampung sampai ke luar daerah, hingga membenahi fasilitas yang biasa digunakan dalam upacara adat, seperti misalnya gedung atau balai desa.

Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke Kampung Budaya, Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Bupati, meminta agar pemerintah kampung meremajakan kembali balai desa milik mereka. Terlebih, status kampung tersebut sebagai Kampung Budaya, harus menjaga kebudayaan dan melestarikan adat istiadat mereka.

"Karena di kampung ini seringkali mengadakan acara kebudayaan, maka tidak ada salahnya kalau balai desanya juga diperbarui. Misalkan catnya kembali diterangkan warnanya, atau dilengkapi dengan fasilitas kipas angin agar siapapun yang menyaksikan pertunjukan budaya di balai menjadi lebih nyaman dan fokus. Tidak sibuk mengipas-ngipas karena gerah," ucapnya.

Selain memperhatikan kondisi balai desa, ia juga menyarankan kepada masyarakat kampung untuk dapat menjadikan lingkungan kampung terutama lingkungan masing-masing rumah menjadi tampak lebih asri dan menarik. Baik dengan tanaman bunga maupun lainnya.

"Dengan begitu, orang yang berkunjung ke kampung ini juga akan merasa lebih nyaman dan tenteram. Melihat lingkungannya yang indah, asri, sehat dan bersih, ditambah dengan nuansa kebudayaan yang masih kental dan terjaga. Siapa yang tidak mau berkunjung ke kampung begini?," ucapnya.

Untuk membenahi fasilitas seperti balai tersebut, pemerintah kampung dikatakannya dapat memanfaatkan Alokasi Dana Kampung (ADK) sebagai sumber pembiayaan.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia