Warga Berau Sudah Pada Tahu Gak Ya dengan Peninggalan Bersejarah Kabupatennya??

 

TANJUNG REDEB – Museum Batiwakkal di Kecamatan Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung, adalah salah satu yang merupakan peninggalan bersejarah yang ada di Kabupaten Berau. Tetapi, apakah masyarakat Berau sendiri tahu akan hal itu, atau bahkan lebih banyak mengetahuinya?

“Setahu saya sih cuma Museum Batiwakkal dan Kerajaan Sambaliung saja, yang lainnya saya kurang tahu,” kata salah satu warga Tanjung Redeb, Ridwan, ketika ditemui beraunews.com, Senin (01/05/2017).

“Sepertinya hanya Keraton Gunung Tabur dan Kerajaan Sambaliung saja,” kata warga lain, Saifullah.

Lantas, apakah warga yang domisilinya berdekatan dengan situs peninggalan bersejarah, lebih banyak mengetahui ketimbang warga yang jauh dari peninggalan bersejarah?

“Keraton Gunung Tabur sudah tidak ada lagi, yang ada sekarang ya hanya peninggalannya yang ada di Museum Batiwakkal itu,” ujar salah satu warga Gunung Tabur, Rudi, yang rumahnya tak jauh dari Keraton Gunung Tabur.

Lain halnya dengan warga Teluk Bayur yang lebih mengetahui peninggalan bersejarah yang dititipkan oleh Belanda.

“Di Teluk Bayur ini peninggalan Belandanya yang banyak, seperti gedung bioskop Stenkolen yang sekarang jadi lapangan tenis, dan dahulu di Jalan Stasiun 1 sampai Stasiun 3 itu ada rel kereta apinya,” ucap salah satu warga Teluk Bayur, Zakaria.

“SD 001 Teluk Bayur, SD Inpres yang sekarang menjadi SD 005 Teluk Bayur, juga Jalan Soelembat, itu juga ada campur tangan Belanda dahulunya. Ada juga gentong yang ada di atas Gunung Kali Jengkol, itu juga peninggalan Belanda. Tapi entah sekarang masih ada atau sudah hancur,” kata warga lainnya,  Andika.

Ternyata, banyak juga warga Berau yang beranggapan jika Museum Batiwakkal yang berada di Kecamatan Gunung Tabur adalah Keraton Gunung Tabur. Selain itu, masih banyak lagi peninggalan bersejarah di Berau yang juga belum diketahui masyarakat Berau sendiri. Sudah sepatutnya kita mengetahui sejarah akan kota tempat kelahiran sendiri. Malu dong, kalau warga dari kota lain lebih mengetahui ketimbang kita sendiri.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia