Banyak Satwa Tangap Mati, Ini Penjelasan Dishut

 

TELUK BAYUR – Miris, itulah kata yang pas untuk menggambarkan kondisi Hutan Kota Tangap yang dimiliki kabupaten Berau. Pasalnya, kondisi sekarang amat sangat tidak terurus, dan yang lebih parahnya tersiar kabar bahwa ada beberapa satwa yang sengaja dipelihara, dibiarkan mati. Menurut pantauan beraunews.com, Selasa (11/04/2017) di lokasi, tampak banyak kandang satwa yang tak berpenghuni.

Perlu diketahui, Hutan Kota Tangap adalah miniatur hutan hujan tropis yang sejak tahun 1990-an sudah dimanfaatkan sebagai kawasan wisata oleh PT Inhutani, dengan luas yang dikelola mencapai 560 hektare, yang kemudian ditetapkan sebagai hutan kota Berau oleh Bupati kala itu, Makmur HAPK, dengan surat keputusan (SK) nomor 183/2008.

Melalui Kepala Seksi Perencanaan Hutan, Dinas Kehutanan Berau, Hamzah mengatakan, sangat menyayangkan jika melihat kondisi hutan kota yang seperti itu sekarang.

“Kami belum tahu tentang pemberitaan matinya beberapa satwa. Tetapi jika memang kondisi sekarang seperti itu, sangat disayangkan, karena kawasan wisata Hutan Kota Tangap itu adalah miniatur hutan alam yang dekat, dan sangat terjangkau untuk diakses masyarakat,” terangnya.

Kemudian, mengenai kelanjutan Hutan Kota Tangap ini, Hamzah juga berpendapat  perlu adanya kolaborasi antara perusahaan yang berada di lokasi Hutan Tangap, mengingat kondisi keuangan Berau sangat sulit sekali untuk membiayai atau membangun sendiri salah satu objek wisata di Kabupaten Berau itu.

“Kami sangat mengharapkan perusahaan-perusahaan mau ikut serta dalam membangun, dan memperbaiki kondisi Hutan Kota Tangap itu,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia