Turis Marah setelah Menyelam, Ternyata Ini yang Ditemukannya

PULAU DERAWAN – Seorang turis asal Jerman, Shena, tampak marah ketika menikmati bawah laut di perairan Pulau Derawan. Pasalnya, saat melakukan diving, Shena menemukan hiu yang sudah tidak memiliki sirip sama sekali. Diduga hiu tersebut ditangkap dan diambil siripnya dan selanjutnya hiu tersebut kembali dibuang ke laut.

Menurut Shena, tidak seharusnya ekosistem laut dirusak apalagi berdampak pada kekurangan ekosistem ataupun satwa laut lainnya. Apalagi diketahui, turis banyak yang kritis terhadap tindakan yang cenderung dengan pengrusakan lingkungan seperti itu.

Atas kejaidan tersebut, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo pun berang. Karena saat ini Pemerintah sendiri sedang melakukan upaya untuk pengembalian hiu yang ada di Tarakan. Belum selesai permasalahan yang ada, muncul kembali penemuan hiu jenis nurse shark yang mati tanpa sirip.

Wabup juga sudah melaporkan hasil temuan tersebut agar bisa diselidiki dan meringkus pelakunya. Karena jelas Bupati sudah mengeluarkan surat edaran terkait larangan perburuan beberapa jenis satwa laut, salah satunya jenis hiu ini.

"Sudah dilaporkan agar ditindaklanjuti. Padahal jelas sudah ada edaran terkait larangan untuk menangkap dan menjual hiu ini," ungkapnya.

 

Dikatakannya, hiu yang ditemukan oleh wisatawan asing ini, jelas berdampak pada citra Negara dan Pemerintah daerah sendiri. Pengrusakan habitat laut seperti ini bahkan bisa menjadi perbincangan di negara asal mereka.

Selain itu, Wabup mengatakan jika perlu ada tindakan tegas terhadap pelaku agar ada efek jera. Terlebih, Pemerintah juga sudah mengeluarkan larangan yang seharusnya menjadi dasar agar masyarakat, khususnya nelayan agar tidak melakukan hal ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, sirip hiu ini biasanya diambil untuk dijual ke daerah atau negara yang menyajikan makanan menggunakan sirip hiu. Memang harga sirip hiu cukup mahal sehingga membuat perburuan menjadi marak.

"Harganya memang mahal, dan itu dijual untuk dikonsumsi," jelasnya.

Sebelumnya, memang ada beberapa pengusaha yang menjual sirip hiu namun harus dicek terlebih dahulu oleh DKP. Pasalnya, untuk memastikan jika sirip hiu yang akan dijual tidak diambil dari jenis hiu yang dilindungi.

"Dulu memang ada dijual, tapi sejak 2 Februari 2017 disepakati agar tidak ada lagi perburuan atau penangkapan segala jenis hiu," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia