Makam Raja Alam Jadi Destinasi Wisata???

 

TANJUNG REDEB – Dalam rapat di Kantor DPRD Kabupaten Berau bersama beberapa instansi seperti Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Wakil ketua II Anwar, mengusulkan agar makam Raja Alam yang ada di Kampung Tembudan, Kecamatan Talisayan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di pesisir.

"Saya rasa makam Raja Alam bisa dijadikan salah satu destinasi wisata di sana. Jadi orang yang akan ke Biduk-Biduk bisa juga singgah untuk berkunjung ke makam Raja Alam," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudpar, Mappasikra Mapaselleng mengatakan jika memang makam tersebut merupakan situs bersejarah di Berau, tepatnya di wilayah pesisir. Memang saat sudah banyak yang berkunjung kesana dan mungkin bisa saja jadi salah satu destinasi wisata juga.

"Memang sudah banyak yang ke sana, dan untuk menjadikan destinasi wisata maka akan kita lakukan beberapa pembenahan di makam tersebut," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (20/03/2017) usai rapat di kantor DPRD Berau.

Dikatakannya, ada beberapa yang perlu dibenahi dan ditambahkan di makam tersebut. Seperti halnya infrastruktur jalan dimana masih ada jembatan yang sekitar 4 tahun terakhir belum dibenahi. Selain itu, juga ditambah beberapa pemberitahuan tentang perjalanan Raja Alam sendiri.

"Kalau untuk makamnya sendiri bisa nanti kita benahi seperti dicat ulang maupun di sekitar makam juga diperbaiki atau diberi keramik agar lebih rapi, dan yang penting papan informasi terkait perjalanan Raja Alam," tambahnya.

Selain itu, penjaga makam Raja Alam sendiri juga harus mempunyai referensi tentang silsilah Raja Alam, baik dari perjalanan maupun keturunan Raja Alam sendiri. Sehingga saat ada orang yang berkunjung, penjaga makan bisa membantu menjelaskan.

"Memang menarik apa yang disampaikan anggota dewan tadi. Sehingga orang yang akan ke Biduk-Biduk, bisa singgah dulu ke Telaga Busur misalnya, lanjut lagi ke makam Raja Alam, tinggal kita beri rute saja," bebernya.

Untuk rencana tersebut direncanakan akan diluluskan oleh Disbudpar pada anggaran perubahan nanti. Saat ini pihaknya akan menyusun hal-hal yang dibutuhkan, dan diperkirakan untuk makam tersebut tidak terlalu memakan biaya yang cukup besar.

"Segera kita susun, dan saya rasa untuk makam itu tidak terlalu besar. Bisa juga nanti lantainya kita akan ganti marmer biar lebih bagus, apalagi jika memang Raja Alam dinobatkan sebagai pahlawan nasional nantinya, pasti akan ada beberapa kegiatan di makam tersebut," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia