Teluk Bayur Bisa Jadi Wisata Kota Tua

 

TANJUNG REDEB – Banyak situs bersejarah di Kecamatan Teluk Bayur, seperti bangunan rumah-rumah tua, lapangan sepak bola dan lain sebagainya, sebenarnya bisa dibuat menjadi tempat wisata kota tua.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Mappasikra Mappaselleng mengatakan, Teluk Bayur merupakan peninggalan Belanda di masa lampau, yang meninggalkan banyak sisa-sisa sejarah, yang sebenarnya bisa dibuat menjadi tempat wisata kota tua. Namun, masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengarah ke sana.

"Kalau melihat sejarah, bisa dibuat seperti wisata kota tua. Tapi masih ada beberapa persyaratan juga apakah memenuhi atau tidak," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (11/03/2017).

Dikatakannya, beberapa tempat yang bisa mendukung Teluk Bayur menjadi wisata kota tua adalah museum batu bara, gedung bioskop, dan terowongan kereta api. Jika memang ada, rumah-rumah yang belum berubah bentuk sejak Belanda berada di Teluk Bayur, bisa juga menjadi objek wisata.

"Di sana mungkin masih ada beberapa rumah yang masih berdiri sejak zaman Belanda. Meskipun minim perawatan, asal tidak merusak bentuk aslinya, bisa juga jadi objek wisata,” tambahnya.

Selain itu, untuk mengarah ke sana perlu juga disiapkan konsep yang matang untuk menyusun apa saja yang bisa di tunjukkan. Sehingga ada daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi, seperti halnya situs-situs bersejarah di sana.

"Perlu dikonsep juga kalau mengarah ke sana, dan masih ada beberapa persyaratan juga yang harus kita persiapkan," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, sebenarnya bukan hanya pemerintah daerah saja yang melakukannya. Masyarakat, khususnya pemuda Teluk Bayur dan juga pihak-pihak ketiga yang bergerak di bidang perusahaan, setidaknya bisa berkontribusi juga.

"Bukan hitungan CSR lagi, tapi setidaknya ada kontribusi lebih untuk wilayah atau lingkar tambangnya mereka," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia