Kadisbudpar: Tak Masalah Jika Dilimpahkan ke Kampung

 

TANJUNG REDEB – Terkait keinginan Kepala Kampung Bapinang Ramli, yang menginginkan pengelolaan objek wisata air panas Pemapak agar dikelola pemerintah kampung, ditanggapi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Mappasikra Mappaseleng, Jumat (10/03/2017).

Melalui sambungan telepon, dirinya mengatakan jika pemerintah kampung menginginkan pengelolaan air panas, hal itu bisa saja dilakukan. Hanya, pihaknya lebih dulu harus duduk satu meja dengan pemerintah Kampung Bapinang, dan pemerintah Kecamatan Biatan.

"Untuk sementara ini, kita menyiapkan agenda untuk duduk bersama dengan kepala kampung, beserta pihak kecamatan untuk membicarakan itu. Memang kita tertarik, pemerintah kampung yang mengelola objek itu," ungkapnya kepada beraunews.com.

Dirinya juga mengakui bahwa kondisi air panas Pemapak memang saat ini kurang maksimal dan banyak menuai kritik dari pengunjung. Namun kata dia, untuk menunjang pengunjung berwisata, pihaknya juga sudah menyediakan beberapa fasilitas yang telah dibangun di sekitar objek wisata Pemapak.

"Memang kita akui banyak kritikan, tempatnya kotor, maklum lah di sana kan tidak ada yang jaga juga. Tapi ada juga yang sudah kita lakukan dalam memfasilitasi pengunjung. Nah, kalau niat kepala kampung seperti itu, kita tidak masalah sebenarnya, kalau mereka mau kelola. Nanti tetap akan kita bantu, mungkin dalam hal pembinaan saja," ujarnya.

Sementara itu, terkait pengelolaan keseluruhan, seperti tiket masuk, penanganan kebersihan, dan penjagaan maupun pembentukan kepengurusan lainnya itu bisa dilakukan pemerintah kampung.

"Itu tidak masalah bagi kami, cuma kita perlu rapat dulu. Kemarin sempat akan kita bicarakan tapi terkendala. Jadi sambil jalan, pemerintah kampung di sana susun perencanaan terkait pengelolaannya. Kita juga pelan-pelan melakukan persiapan untuk ketemu, dan membahas ini dengan kecamatan, bagaimana pembenahannya ke depan," bebernya.

Kendati demikian, meskipun nantinya objek tersebut sudah dikelola oleh pemerintah Kampung Bapinang, pihaknya tetap akan ikut berpatisipasi dalam mendukung pengembangan objek wisata itu. Termasuk mengupayakan kelanjutan pengaspalan jalan menuju air panas.

"Kita tetap akan mendukung  yang tidak bisa dicover oleh kepala kampung, seperti kelanjutan pengaspalan jalan sampai ke tepi air panas, itu juga sudah kita usulkan ke DPU. Intinya kita tidak masalah dengan keinginan kepala kampung," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia