Disbudpar : Metode Penghitungan Jumlah Kunjungan Wisman Berau dari Berbagai Sumber

 

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengaku pihaknya cukup mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Tetapi, dirinya mempertanyakan metode penghitungan yang dilakukan Kemenpar dalam menghitung jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada tahun 2016.

BACA JUGA : Metode Penghitungan Jumlah Kunjungan Wisman Dipertanyakan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappeseleng mengungkapkan, metode penghitungan yang dilakukan Disbudpar Berau dalam menghitung jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) setiap tahunnya, diperoleh dari berbagai sumber. Baik, data dari wisman yang menginap di setiap hotel dan penginapan lainnya yang ada di Kabupaten Berau, hingga petugas pada pintu kedatangan Bandara Kalimarau dan yang ada di masing-masing destinasi wisata.

Bahkan, data dari pihak Kepolisian juga menjadi referensi Disbudpar dalam menghitung jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Bumi Batiwakkal. Mengingat, pihak Kepolisian memiliki satuan intelkam yang juga memantau aktivitas wisman tersebut.

“Pintu masuk wisman kita, inikan banyak sumber. Ada yang datang dari Tarakan, ada juga yang langsung ke Berau. Bahkan, ada yang dari Balikpapan. Jadi, banyak sumber (data wisman ke Berau-red). Pertama, kita ambil data dari hotel, itu berdasarkan copy paspor mereka. Kemudian, di masing-masing destinasi dan terakhir, kita minta juga dari teman-teman Kepolisian,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, baru-baru ini.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itukan lebih mempertanyakan perbedaan data yang dikeluarkan Kemenpar dengan BPS dalam menghitung jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada tahun 2016? Ditanya begitu, Sikra (sapaan akrabnya –red) menilai, perbedaan data jumlah kunjungan wisman tersebut wajar terjadi. Pasalnya, Disbudpar dan BPS Berau juga terkadang memiliki pola pelaporan pada waktu yang berbeda.

“Pola pelaporannya, ada perbedaan waktu. Biasanya kita di Desember, kalau mereka di September biasanya. Kalau mereka mengambil data dari kita, tentu akan sama. Cuma yang paling akurat, memang dari Polres karena di setiap kecamatan, mereka ada posnya,” katanya.

Apakah Disbudpar juga bekerja sama dan meminta data jumlah kunjungan wisman dari Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) yang dimiliki Kantor Imigrasi Tanjung Redeb? Disinggung hal itu, dinilai Sikra, metode penghitungan yang dilakukan TIM PORA dalam menghitung jumlah kunjungan wisman hampir sama dengan metode yang dilakukan Disbudpar Berau. Sehingga, pihaknya saat ini belum menggunakan data jumlah kunjungan wisman yang dimiliki TIM PORA tersebut.

Untuk awal tahun ini, lanjut Sikra, jumlah kunjungan wisman ke Kabupaten Berau masih berada dibawah 3.000 orang. Yang didominasi oleh wisman asal Tiongkok, Hongkong, Jepang dan sebagian lagi dari Benua Eropa.

“Karena, memang ada musim-musim liburan yang biasa dimanfaatkan wisman untuk berkunjung ke luar negeri. Mudah-mudahan di 2017 ini, meningkat jumlah kunjungan wisman ke Kabupaten Berau. Mengingat, arus wisatawan Tiongkok juga mulai mengalami peningkatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisatawan selama enam tahun terakhir, yakni pada 2011, jumlah wisnus 24.253 orang dan wisman sebanyak 3.300, pada 2012, jumlah wisnus 66.024 dan wisman 837 dan pada 2013, melonjak drastis dengan jumlah kunjungan wisnus 80.753 orang dan wisman 4.024 orang. Kemudian, pada 2014 juga mengalami kenaikan, meski jumlah wisnus turun menjadi 77.574 orang, tapi wisman mengalami kenaikan menjadi 10.728 orang.

Selanjutnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Berau pada 2015, mencapai 100 ribu orang. Yang terbagi, dari 94 ribu wisnus dan 5 ribu wisman. Dan, pada 2016 lalu, wisnus kembali mengalami kenaikan jadi 130.023 orang, namun untuk jumlah wisman mengalami penurunan jadi 2.573 orang.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia