Bupati : Telaga Tulung Ni’ Lenggo Bisa Dilengkapi Outbond dan Flying Fox

 

BATU PUTIH – Usai melakukan pertemuan di pendopo Kecamatan Batu Putih pada Rabu (22/02/2017) pukul 09.30 Wita, Bupati Berau Muharram, bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke objek wisata Tulung Ni’ Lenggo yang ada di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih sekitar pukul 11.30 Wita.

Setibanya di pintu masuk Tulung Ni’ Lenggo, Muharram disambut secara adat oleh Ketua Adat Kampung Tembudan Juhari, sekaligus pemasangan ikat kepala dengan menggunakan kain putih dan diiringi bunyi gong sebagai tradisi warga Tembudan.

Tidak hanya secara adat, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Berau itu juga disambut dengan kesenian tarian Lembu Tutung yang merupakan tarian khas masyarakat Kampung Tembudan yang biasa dimainkan saat penyambutan tamu.

Didampingi camat Batu Putih Mansyur, Kepala Kampung Tembudan Nur Iman, beserta sejumlah Kepala SKPD, Muharram saat berjalan-jalan menuju objek wisata tersebut, sesekali terlihat berkomunikasi dengan pedagang di sekitar telaga, dan masyarakat yang berkunjung.

Kurang lebih sekitar 20 menit berada di objek wisata tersebut, Muharram cukup kagum dengan pengelolaan yang dilakukan Pemerintah Kampung Tembudan. Akan tetapi, potensi wisata tersebut menurutnya harus lebih dikembangkan karena memiliki potensi yang tidak dimiliki objek wisata lain. Sebab, jika hanya mengandalkan telaganya sebagai daya tarik wisatawan, dinilainya masih belum maksimal.

BACA JUGA : Keren, Bakal Ada Flying Fox Di Tembudan

Seperti diketahui, objek wisata Tulung Ni’ Lenggo dikembangkan mulai 25 Desember tahun 2016 lalu, dan dikelola oleh BUMK Tembudan. Sejak dibuka hingga saat ini, berdasarkan data dari pihak pengelola sudah mencapai angka 5000 pengunjung, jumlah itu diluar dari warga Tembudan sendiri.

“Sudah bagus. Cuma perlu dilakukan pengembangan lagi. Kalau hanya seperti ini saja saya kira masih kurang. Kalau bisa, ditambah dengan wisata out bond dengan memanfaatkan pepohonan yang ada di sekitar objek ini. malah kalau perlu, flying fox juga sangat cocok untuk menunjang potensi di sini,” bebernya.

Ia mengatakan, dengan keberadaan Telaga Tulung Ni’ Lenggo di Kampung Tembudan, selain mendongkrak PAD, juga secara otomatis dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat di kampung tersebut. Salah satu contohnya adalah, keberadaan sejumlah pedagang yang ada di sekitar objek wisata.

“Sebenarnya yang membuat perputaran ekonomi meningkat itu bukan dari penarikan retribusinya. Tapi bagaimana dengan adanya potensi wisata ini, memberikan penghasilan kepada para pedagang yang berjualan di sekitarnya. Lebih banyak pengunjung yang datang, lebih besar perputaran ekonomi yang dihasilkan di sini,” ungkapnya.

BACA JUGA : BUMK Tembudan Manfaatkan Objek Wisata Tulung Ni Lenggo

Dirinya berharap, pengelolaan objek wisata ini dapat dilakukan lebih serius agar ke depannya bisa menjadi lebih baik dari yang sekarang. Dan meminta masyarakat untuk tidak merusak lingkungan yang ada di sekitar telaga.

“Jika ini dilakukan lebih serius, bisa jadi menarik perhatian investor untuk datang ke sini berinvestasi. Nah, saya juga ingin lingkungannya juga dijaga agar tidak merusak potensi wisata ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kampung Tembudan, Nur Iman menyampaikan, untuk kelanjutan pengembangannya telah diprogramkan melalui ADK. Hanya dikatakannya, hal itu tidak dapat dilakukan sekaligus. Terkait keinginan bupati tentang wisata out bond juga sudah ada dalam perencanaan.

“Rencananya memang ada seperti itu. Tapi memang harus perlahan kita lakukan,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia