Suka Objek Wisata Menantang? Coba Kunjungi Goa Mulut Besar

 

KELAY – Jika sebelumya ada objek wisata Batu Lungun, atau makam batu Suku Dayak Kuno, serta kampus orang utan, kali ini ada hal lain lagi yang disuguhkan oleh Kampung Merasa Kecamatan Kelay, yakni keberadaan objek wisata goa mulut besar.

Goa mulut besar atau biasa disebut goa kelelawar ini memberikan sensasi berbeda dari objek wisata yang lain. Wisatawan yang mengunjungi goa ini akan dihipnotis oleh keberadaan ribuan kelelawar yang bergelantungan di setiap sudut goa.

Untuk menuju objek wisata ini cukup mudah. Wisatawan dapat mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat dari Tanjung Redeb menuju Kampung Merasa selama 1,5 jam. Namun tak perlu sampai masuk ke wilayah perkampungan, sebab objek wsiata ini berada 500 meter sebelum pintu gerbang menuju Kampung Merasa.

Dari bibir jalan raya, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi sekitar 5 menit. Besarnya mulut goa yang nampak dari kejauhan, serta cahaya gelap di dalam goa, memberikan rasa penasaran wisatawan untuk masuk lebih dalam lagi.

Dari keterangan warga sekitar, pemberian nama goa mulut besar disebabkan diameter mulut goa yang mencapai tinggi 10 meter dan lebar 20 meter, ditambah lagi ukuran dari luar hingga ke dalam tidak berubah alias sama. Mirwan, salah seorang pengunjung yang dijumpai di lokasi mengaku terpesona saat melihat bagian dalam goa. Selain dapat menyaksikan ribuan kelelawar juga banyak batu-batu alam yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu.

“Di dalam luar biasa sekali, memang gelap sekali karena cahaya matahari tidak tembus ke dalam, jadi bagi siapa saja yang datang harap bawa lampu senter, karena kalau lampu dari handphone tidak akan bisa menembus gelapnya. Kemudian jangan memakai sepatu dan sandal yang bagus, karena banyak kotoran kelelawar,” ujarnya.

 

Meski sangat potensial sebagai salah satu objek wisata yang dapat dikembangkan ke depannya nanti, perilaku dari tangan-tangan jahil pengunjung membuat sejumlah dinding goa dipenuhi coretan kotor hingga merusak keindahan goa itu sendiri.

“Sangat disayangkan masih ada ulah nakal orang-orang yang suka mencoret dinding goa. Ini sangat potensi kalau digarap dengan serius oleh pemerintah. Selain itu saya harap teman-teman yang mengunjungi objek wisata ini untuk dapat lebih menjaga, bukan justru merusak,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia