Soal Spot Snorkeling Tak Ada Informasi, Ini Kata Kadisbudpar

 

TANJUNG REDEB – Tidak adanya informasi spot snorkeling yang berbahaya di objek wisata Kepulauan Derawan, mendapat jawaban dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng. Ia mengatakan, informasi spot untuk snorkeling yang aman tersebut sejatinya telah diberi tanda oleh sejumlah penginapan yang memiliki lokasi snorkeling yang cukup baik.

“Kalau snorkeling itu sebetulnya tidak ada ancaman sama sekali bagi pengunjung, kalau memang si pengunjung ini paham keselamatannya sendiri. Misalnya, walau sudah piawai berenang, harus dibekali dengan pelampung, fins dan snorkel. Tapi kan terkadang pengunjung ini mengabaikan itu, merasa sudah piawai, tidak mau menggunakan alat keselamatan yang ada,” ujarnya kepada beraunews.com, Senin (20/02/2017).

BACA JUGA : Tak Ada Informasi Spot Snorkeling yang Berbahaya, 2 Orang Hampir Jadi Korban

Ia juga mengatakan, snorkeling atau biasa disebut selam dangkal itu dapat dilakukan di semua permukaan laut, baik itu laut dangkal maupun laut dalam. Namun memang tak dipungkiri keindahan bawah laut seperti rumput laut dan karang yang warna warni serta penyu hijau yang melintas, terkadang mengakibatkan para wisatawan lupa dengan keadaan sekitar.

“Snorkeling itu tidak ada spotnya, karena berbeda dengan menyelam. Snorkeling dapat dilakukan dimana saja asal di permukaan laut, kalau selam itu memang ada spotnya karena menyelam hanya bisa dilakukan di kedalaman minimal 3 meter. Tetapi menghindari kejadian buruk, sejumlah resort yang ada telah menyediakan lokasi snorkeling khusus bagi wisatawan dengan diberi pembatas plastik,” imbuhnya.

Sehingga, dari peristiwa yang mengakibatkan sejumlah wisatawan nyaris terbawa arus tersebut, ia menarik kesimpulan, kejadian tersebut merupakan kelalaian dari si pengunjung, apalagi dari keterangan yang disampaikan si pengunjung, ia mengakui jika saat itu kondisi cuaca di lokasi dalam keadaan kurang baik, seperti angin kencang dan gelombang yang cukup besar.

“Keselamatan itu sangat penting, terutama bagi diri kita sediri. Apa yang ada di dalam laut itu membuat wisatawan tertarik untuk terjun. Tapi perlu diingat, perlindungan diri itu perlu dilakukan demi keselamatan kita bersama. Saya yakin mereka yang terjun mengejar penyu pasti tidak menggunakan pelampung, karena kalau pakai pelampung pasti tidak akan panik karena tidak akan tenggelam,” ujarnya.

“Nanti kita coba buat edaran ke kampung atau pemilik resort untuk setiap wisatawan yang mau snorkeling, wajib pakai pelampung, agar menghindari hal ini terulang kembali,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia