Cuaca Buruk, Derawan Sepi Pengunjung

 

PULAU DERAWAN – Cuaca buruk yang masih terus terjadi hingga saat ini rupanya berdampak terhadap penghasilan masyarakat Pulau Derawan. Selain sepinya pengunjung, penghasilan pedagang souvenir juga mengalami kerugian.

Seperti yang diungkapkan Amir, salah satu pemilik penginapan di Pulau Derawan ini, mengaku sudah hampir tiga hari 10 kamar penginapan miliknya nyaris tak tersentuh kehadiran wisatawan. Hal tersebut disebabkan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, hingga membuat kunjungan wisatawan sangat menurun drastis.

“Kalau sudah begini, siapa yang mau disalahkan? Cuaca memang sudah sangat tidak mendukung, anginnya kencang, wisatawan yang mau ke sini pasti berpikir lagi, karena percuma, mereka tidak akan merasa puas karena kondisinya tidak cerah, tidak bisa melakukan aktivitas menyelam atau snorkeling,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (15/02/2017).

 

Bukan hanya Amir. Hal serupa juga dikatakan Misna yang berprofesi sebagai pedagang aksesoris khas Pulau Derawan ini. Ia mengaku sudah hampir sepekan dagangan miliknya dan sejumlah pedagang lain sepi dari pengunjung. Penyebabnya pun diakuinya hampir sama yakni, kondisi cuaca yang sangat buruk.

“Bagi kami warga Derawan, kondisi cuaca ekstrem seperti ini sudah biasa. Tapi bagi wisatawan tentunya sangat mengkhawatirkan. Kalau biasa pas cuaca cerah, lumayan ada saja pemasukan untuk dapur bisa terus berasap,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Berau tengah memasuki masa puncak musim penghujan pada pertengahan bulan Februari. Tercatat hingga saat ini, hampir rata-rata tinggi gelombang laut dapat mencapai 1-2 meter. Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat yang akan menghabiskan libur akhir pekan di sejumlah objek wisata Derawan dan pulau sekitarnya, untuk menahan diri hingga cuaca telah kembali normal.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia