Grand Design Wisata : Biota Berau Paling Lengkap di Dunia

 

TANJUNG REDEB – Semakin gencarnya Pemkab Berau mempromosikan pariwisata, mengharuskan Pemkab membuat grand design (misi utama-red) yang menjadi daya tarik wisatawan.

Sesuai dengan tujuan yang sempat dilontarkan Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo beberapa waktu lalu, yang menegaskan jika saat ini yang diburu adalah dolar, bukan hanya rupiah. Dimana promosi dan targetnya memang sudah ke tingkat internasional.

“Sudah seminggu ini saya banyak berdiskusi dengan para pelaku pariwisata. Yang kita bahas adalah apa tagline (tema) wisata Berau ini yang pas untuk menarik minat wisatawan asing?” terang Agus Tantomo saat ditemui beraunews.com di Pulau Derawan, baru-baru ini.

BACA JUGA : Grand Design Wisata Berau Buru Dolar, Bukan Rupiah

Menurutnya, saat ini bukanlah waktunya gembar gembor lokal saja. Kan kenyataannya warga lokal sudah mengetahui Berau itu seperti apa dan pariwisatanya apa saja, tinggal lebih diperkenalkan lagi. Sedangkan kalau untuk negara luar, penting lebih memperkenalkan secara detail, apa-apa saja yang dimiliki oleh Berau, yang tidak ada di negara atau destinasi wisata negara lain.

“Keunikannya, di Berau ini kan biotanya lengkap, apalagi sudah diakui juga oleh beberapa peneliti bahkan dari luar negeri juga, nah itulah yang bisa kita jadikan strategi pariwisata kita, bahwa Berau memiliki biota laut yang lengkap ketimbang tempat wisata lainnya, khususnya luar negeri,” jelasnya.

“Terlebih dengan kemunculan beberapa biota laut yang santer akhir-akhir ini. Sebut saja Pesut dan Dugong, makin menegaskan betapa kayanya biota air yang dimiliki Berau, dan ini bisa dimanfaatkan juga untuk perkenalan wisata kita ke wisatawan asing,” imbuhnya.

BACA JUGA : Wow, Pesut dan Dugong Berau Diduga Jenis Unik di Dunia

Diakuinya, untuk beberapa objek wisata bahari, misalnya terumbu karang, Berau masih kalah dengan Raja Ampat. Begitu juga dengan pantai dan laut, Berau masih kalah jauh dengan Bali. Tetapi, poin lebih yang dimiliki Berau adalah keberagaman biota airnya.

“Wisatawan ingin melihat Hiu Tutul, mungkin mereka lebih memilih ke Gorontalo. Atau ingin melihat Jellyfish (ubur-ubur), Filipina menjadi tujuan mereka. Tetapi, kalau wisatawan ini ke Berau, mereka bisa melihat baik Hiu Tutul maupun Jellyfish, dan biota laut lainnya seperti Penyu, Pesut, dan masih banyak lagi. One place many ecosystem (satu tempat banyak biota),” tegasnya.

BACA JUGA : Pesut vs Dugong, Ini Loh Faktanya!!!

Lebih lanjut dikatakannya, jika sejatinya wisatawan asing khususnya, pasti lebih tertarik melihat binatang yang ada di tempat wisata, ketimbang keindahan alamnya. Ya, meskipun awalnya juga mereka penasaran dengan tempat wisatanya, tapi setelah mengetahui biota atau hewan apa saja yang bisa ditemui di tempat wisata itu, mereka pasti akan semakin penasaran untuk melihat si penghuni tempat wisata.(bnc)