Asyik Bermain, Pengunjung Air Terjun Tembalang Digigit Ular Berbisa

 

TANJUNG REDEB – Tetap waspada saat menikmati objek wisata alam. Baru-baru ini, salah seorang pengunjung wisata Air Terjun Tembalang, Kecamatan Segah, digigit ular berbisa.

Jenis ular yang belum diketahui tersebut, dikatakan korban yang merupakan warga Kampung Labanan Makarti, Riska Amelia Febriawati (18), berwarna hitam dan oranye. Meski ukurannya tidak begitu besar, namun menurut dokter yang menangani dirinya di RSUD dr. Abdul Rivai, ular tersebut cukup berbisa.

Saat dikunjungi beraunews.com di ruang perawatan Bougenvile, Selasa (31/01/2017), Riska menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya. Ketika asyik menikmati keindahan alam di air terjun yang baru-baru ini naik daun, ia merasakan ada sesuatu yang menggigit kakinya. Tidak disangka, rasa sakit tersebut berasal dari gigitan ular yang berenang di air tersebut.

"Saya ke sana bersama keluarga. Jadi waktu itu saya main-main di air, tapi tiba-tiba ujung kaki saya tepatnya di jari kaki bagian kanan sakit sekali. Begitu saya lihat, ternyata ular itu masih terbuka mulutnya. Saya langsung lari ke atas daratan," ungkapnya.

BACA JUGA : Disbudpar Akui Objek Wisata Alam Baru Belum Sepenuhnya Aman

Untuk pertolongan pertama, ia mengaku dibantu oleh keluarganya dengan mengikat bagian atas jari kaki yang tergigit ular. Namun jarak tempuh Air Terjun Tembalang dengan jalan keluar yang cukup jauh, membuatnya merasa sakit. Beruntung ada beberapa penduduk suku Dayak setempat yang membantu mengurangi rasa sakit, sebelum akhirnya ia dilarikan ke puskesmas terdekat.

"Setelah digigit itu, saya langsung dibawa keluar dari objek wisata. Sekitar 1,5 jam perjalanan. Sempat muntah-mutah, mungkin karena racunnya sudah mulai bereaksi di tubuh saya. Di tengah perjalanan, untungnya ditolong juga sama orang Dayak di sana, dikasih batu hitam untuk kurangi racun dari ularnya. Baru saya dibawa ke puskesmas di Labanan," jelasnya.

Usai berada di puskesmas kurang lebih sehari, pihak puskesmas menyarankan agar dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai, agar mendapat pertolongan yang lebih maksimal.

"Dokter di puskesmas tidak bisa menangani, karena ular yang menggigit cukup berbisa katanya. Makanya dibawa ke RSUD langsung," ucapnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Humas RSUD dr. Abdul Rivai, Erva Anggriana, saat dikonfirmasi beraunews.com mengatakan, saat ini kondisi pasien sudah jauh lebih stabil dari sebelumnya. Racun ular yang berada di dalam tubuh pasien pun sudah dikeluarkan dengan memberikan tindakan medis serta obat-obatan kepada pasien.

"Sudah ditangani dokter dan diberikan obat-obatan, dihari ketiga ini kondisinya sudah jauh lebih stabil," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia