Grand Design Wisata Berau Buru Dolar, Bukan Rupiah

 

TANJUNG REDEB – Pariwisata merupakan salah satu program jangka panjang yang masuk dalam prioritas pengembangan Pemerintah Kabupaten Berau saat ini. Dalam pengembangan ini, pemerintah lebih fokus memaksimalkan wisata bahari dengan target pasar wisatawan mancanegara.

“Jadi, kita di sini lebih mengejar dolar ketimbang rupiah. Intinya, kita mengutamakan wisatawan mancanegara itu lebih banyak berkunjung daripada wisatawan lokal. Kalau untuk tingkat lokal, kemungkinan tidak perlu lagi promosi karena sudah cukup dikenal, tinggal perkenalan kita ke turis asing lagi,” ungkap Wakil Bupati Agus Tantomo kepada beraunews.com, Jumat (27/01/2017).

Dipilihnya wisata bahari sebagai prioritas pengembangan wisata ini, menurut Agus, dikarenakan memiliki peluang masuknya wisatawan asing yang sebagian besar mencari kepuasan untuk menikmati wisata bahari. Suguhan pemandangan alam bawah laut yang dimiliki sejumlah objek wisata unggulan di Berau, seperti Derawan, Maratua, Sangalaki dan Talisayan, menjadi pilihan utama bagi wisatawan asing untuk berkunjung.

“Kalau bawah laut ini kan cukup besar uang yang akan dikeluarkan turis-turis ini, karena mereka harus menyelam lagi. Jadi ini yang akan kita genjot bagaimana mereka agar datang untuk menikmati alam bawah laut kita secara kontinyu, dan hasilnya bisa dimasukkan ke kas daerah,” jelasnya.

Dalam promosi wisata bahari ini sendiri, pemerintah daerah akan jor-joran. Dimana promosi tidak hanya dilakukan di dalam negeri saja, tapi sampai ke luar negeri dengan mengikuti berbagai pameran pariwisata di beberapa negara. Melalui pameran di luar negeri ini nantinya menjadi promosi bagi Berau memperkenalkan potensi alam bawah lautnya yang sudah terkenal.

“Pastinya agen-agen perjalanan dari seluruh dunia akan berkumpul di setiap pameran itu. Peluang kita di sini, karena kita yakin bisa menjual wisata bahari kita. Potensi kita tidak kalah dengan negara lainnya yang telah dikenal, bahkan kita cukup lengkap dari terumbu karang hingga spesies hewan lautnya,” tegas Agus.

Sementara untuk wisata lainnya, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian. Meskipun tidak masuk dalam prioritas, tapi destinasi wisata lain seperti sejarah, alam, budaya serta pra sejarah memiliki potensi yang cukup besar juga.

“Sebenarnya kita dilema, karena wisata kita di sini lengkap dan semuanya bagus-bagus. Cuma kita akan lebih kembangkan wisata bahari ini,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia