Soal Tarif Pelabuhan Tanjung Batu, Ini Kata Pelindo

 

SAMBALIUNG – Penerapan tarif di Pelabuhan Tanjung Batu saat ini dianggap mahal oleh sejumlah pengunjung yang akan menyeberang ke Pulau Derawan maupun pulau-pulau sekitarnya. Namun, penerapan tarif ini justru dianggap wajar oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo).

General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Tanjung Redeb Berau, Captain Hardin Hasjim mengatakan, penerapan tarif ini telah didiskusikan sebelumnya dengan beberapa pihak terkait. Pendapatan yang diperoleh dari pelabuhan Tanjung Batu tersebut pun tidak seluruhnya masuk ke PT Pelindo.

"Kalau tarif yang sudah kami pasang itu saya rasa wajar, apalagi hal itu sudah dibicarakan sebelumnya dengan Pemerintah Daerah," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (11/01/2017).

Dikatakannya, dari pendapatan yang ada di pelabuhan tersebut dibagi ke 5 item, seperti halnya Peraturan Daerah (Perda), Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Asuransi, Kampung dan Pelindo sendiri.

"Ada beberapa tarif yang sudah berjalan, yaitu pas masuk wisatawan, dan tarif tersebut sudah masuk asuransi dan pembayaran lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, biasanya data dibuat dalam 1 bulan. Selanjutnya, dari pendapatan akan dipotong Perda, Asuransi, PNBP, dan Kampung. Setelah mendapat hasil bersih, maka pendapatan tersebut akan dibagi 60 persen untuk daerah dan 40 persen untuk Pelindo.

Dijelaskannya, memang sebelumnya pelabuhan tersebut bukan dikelola PT Pelindo, sehingga ada pembagian untuk kampung dari tarif pas kendaraan yang menginap, dan tarif tersebut juga tidak berlaku untuk warga kampung sekitar.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia