Sarana Prasarana Labuan Cermin Banyak Kekurangan

 

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Rusianto menyoroti keberadaan objek wisata Labuan Cermin atau yang juga dikenal dengan Danau Dua Rasa, di Kecamatan Biduk-Biduk.

Menurutnya, keberadaan objek wisata yang telah dikenal hingga ke media internasional tersebut masih banyak yang perlu dibenahi. Terutama dalam hal sarana prasarana pendukung, yang terdapat di sekitar objek wisata. Seperti kamar mandi atau kamar ganti bagi para pengunjung.

Hal itu, dikatakannya merupakan faktor penting yang juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Sebab saat ini, ia melihat bahwa wisatawan yang berkunjung ke Labuan Cermin masih banyak yang berdesak-desakkan, bahkan mengantre hanya untuk mengganti baju usai berenang.

"Sarana pendukung sangat perlu. Karena saat ini, contoh saja ruang ganti untuk pengunjung itu tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang ingin menggunakan ruangan tersebut. Akibatnya, pengunjung harus mengantre lama. Begitu juga dengan toiletnya, kalau tidak salah saat ini jumlahnya tidak lebih dari 5," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (04/01/2017).

BACA JUGA : Kondisi Jalan Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Tak hanya sarana prasarana pendukung, ia juga menilai apa yang dipromosikan terkait dengan keberadaan objek wisata tersebut masih banyak yang tidak sesuai dengan bayangan para pengunjung. Pasalnya, ketika pengunjung memadati Labuan Cermin hingga beratus-ratus orang, keindahan yang tampak pada foto maupun video promosi tidak didapatkan pengunjung.

"Kalau yang diberitakan itu pasti calon pengunjung berpikir dan membayangkan dengan foto yang ada, bahwa tempatnya sangat indah. Memang indah, tapi karena terlalu banyak yang masuk, kadang keindahannya jadi berkurang. Jadi tidak sesuai dengan bayangan pengunjung," ucapnya.

Sebagai salah satu objek wisata andalan, ia berharap segala kekurangan yang terdapat pada objek wisata tersebut dapat dibenahi dan dipenuhi demi kenyamanan pengunjung.

"Saya kan kemarin sempat kesana, saya amati dan lihat apa yang ada di lapangan ini memang belum maksimal untuk kepuasan pengunjung, apalagi objek wisata ini kan bukan hanya dinikmati warga lokal, tapi juga sampai ke negara-negara lain. Maka ini juga perlu menjadi perhatian bagi Dinas terkait, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memang memiliki kewenangan untuk hal ini," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia