Objek Wisata Minim Tower Komunikasi

 

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini, keberadaan jaringan telekomunikasi masih menjadi permasalahan di wilayah Pesisir Selatan Berau. Pasalnya, masih banyak kampung yang miskin sinyal, tak jarang ada beberapa kampung mengalami blank spot (tak ada jaringan-red). Ironisnya lagi, hal ini justru dialami kampung-kampung yang memiliki objek wisata, seperti Kampung Teluk Sulaiman dan Kampung Teluk Sumbang.

Seperti yang diungkapkan Haikal, wisatawan asal Tarakan. Ia kerap kali kesulitan melakukan komunikasi jarak jauh lantaran minimnya sinyal di wilayah tersebut.

"Sulit, mau SMS saja susah, apalagi mau telepon. Yang paling susah di Teluk Sumbang," ungkapnya pada beraunews.com, Kamis (05/01/2017).

"Ini kan kampung pariwisata, dan sudah lama dikenal masyarakat luas. Tapi sampai saat ini kenapa dalam hal teknologi masih jauh ketinggalan. Seharusnya sebagai objek wisata andalan, kampung ini sudah memiliki jaringan yang bagus, agar pengunjung yang datang juga betah berlama-lama disini," lanjutnya.

Ramli, salah satu warga yang bermukim di Kampung Teluk Sulaiman, juga menyampaikan hal senada. Ia berharap di tahun 2017 ini pemerataan jaringan telekomunikasi di semua kampung dapat terwujud, khususnya di wilayah Pesisir Selatan Berau.

 

Permasalahan ini juga menjadi perhatian Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kaltim, Rusianto, saat berkunjung ke Biduk-Biduk beberapa waktu lalu. Dikatakannya, keberadaan tower telekomunikasi ini sangatlah penting, terlebih di daerah wisata yang mulai mendunia. Namun, saat ini di Kecamatan Biduk-Biduk hanya ada satu tower yang menyediakan jaringan seluler bagi para pengguna handphone.

"Di Kecamatan Biduk-Biduk hanya ada satu tower telekomunikasi, yakni di Kampung Biduk-Biduk. Sedangkan di Kampung Giring-Giring maupun Teluk Sulaiman, tidak ada jaringan untuk telepon genggam, itu sangat menyulitkan pengunjung yang sewaktu-waktu butuh berkomunikasi ke daerah lain," ujarnya.

Minimnya tower telekomunikasi tersebut membuat sejumlah wisatawan berpikir untuk mencari penginapan, hanya di sekitar daerah yang memiliki akses jaringan seluler.

"Pengunjung juga butuh untuk berkomunikasi. Apalagi kalau misalkan pengunjung tersebut sambil membawa pekerjaan, sudah pasti kehadiran jaringan seluler sangat diperlukan. Kadang, kalau penginapan di Biduk-Biduk sudah penuh, baru terpaksa pengunjung lari ke daerah lain seperti Giring-Giring maupun Teluk Sulaiman," ucapnya.

Demi kenyamanan dan kemudahan komunikasi, ia menyarankan agar hal tersebut turut menjadi perhatian bagi pengelola daerah.

"Kedepannya, harus dibangun lagi tower telekomunikasi di daerah wisata ini, karena itu bukan hanya berdampak atau memberikan kenyamanan kepada wisatawan, tapi juga kepada masyarakat sekitar yang dapat menggunakan jaringan seluler untuk membesarkan nama daerah mereka," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta & Hendra Irawan/Editor: R. Amelia