Kondisi Jalan Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

 

TANJUNG REDEB – Kondisi infrastruktur jalan menuju objek wisata yang terletak di Kecamatan Biduk-Biduk, masih kurang layak dan memprihatinkan. Disejumlah titik terdapat beberapa lubang menganga yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, yang mayoritas merupakan rombongan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Daerah terparah yang mengalami kerusakan diantaranya sekitar Kecamatan Sambaliung dan Talisayan. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kaltim, Rusianto, usai mengunjungi Kecamatan Biduk-Biduk, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, kerusakan infrastruktur jalan menuju daerah wisata dapat berdampak pada kunjungan wisatawan ke Berau.

"Sesuai dengan yang diinstruksikan Presiden kita, Joko Widodo, bahwa setiap daerah harus mengembangkan pariwisatanya. Namun, ada hal yang lebih penting sebelum menggembor-gemborkan pariwisata itu sendiri, yakni membenahi fasilitas menuju destinasi wisata tersebut, terutama akses jalan," ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (03/01/2017).

Jika akses menuju objek wisata tersebut tidak diperhatikan, ia yakin kunjungan wisatawan lama kelamaan akan menurun akibat sulitnya medan yang ditempuh. Sehingga perhatian pemerintah terkait sangat perlu ditingkatkan.

"Yang penasaran dengan objek wisata milik Berau bukan hanya dari kalangan wisatawan lokal, tapi juga banyak sekali dari mancanegara. Tapi kalau akses jalan menuju kesananya saja sudah membuat wisatawan tidak nyaman, bagaimana bisa menikmati perjalanan mereka? Maka akses jalan yang mulus itu sangat perlu," ungkapnya.

Agar tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan kedepannya, ia berharap pemerintah dapat memetakan kewenangan jalan antara jalan kewenangan Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat, untuk dapat diupayakan pembenahan terhadap jalan yang mengalami kerusakan.

"Tinggal pemerintah memetakan, jalan ini yang berwenang siapa? Apakah Pemerintah Provinsi, Pusat atau milik Kabupaten. Harus diupayakan untuk perbaikannya, karena jika jalan menuju objek wisata terus dibiarkan rusak, bisa jadi wisatawan berpikir ulang untuk mengunjungi objek wisata Berau. Bukan hanya untuk ke Biduk-Biduk, tetapi untuk semua wisata Berau yang masih banyak memiliki kekurangan di akses jalanannya," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia