Geliat Ekonomi Labuan Cermin

 

BIDUK-BIDUK – Suasana tahun baru 2017 masih sangat terasa kental di Kecamatan Biduk-Biduk. Pasalnya, ribuan wisatawan yang berkunjung ke kecamatan paling ujung di Kabupaten Berau tersebut, masih sangat antusias untuk menikmati keindahan beberapa objek wisata alam di daerah tersebut.

Hingga Minggu (01/01/2017) kemarin, salah satu yang tampak ialah dermaga penyeberangan ke danau yang terkenal dengan danau dua rasa tersebut, terus dipadati wisatawan.

Diungkapkan Andi, salah satu motoris kapal yang menyediakan jasa penyeberangan, hal itu berlangsung sejak satu minggu menjelang tahun baru. Namun puncak keramaian biasa terjadi pada H-2 hingga H+3 tahun baru.

“Mulai ramainya ini sejak seminggu sebelum tahun baru, tapi paling ramainya biasa setelah tahun baru sampai hari ketiga. Penumpang terus memadati dermaga ini untuk mengantri ke labuan cermin,” ujarnya kepada beraunews.com.

 

Adapun tarif yang dikenakan untuk menyeberang ke labuan cermin per kapal berkisar Rp100 ribu. Namun tarif tersebut belum termasuk dengan penyewaan pelampung.

“Sekali nyeberang satu kapal bisa sampai beberapa orang, jadi ada baiknya kalau mau nyeberang berdua atau bertiga untuk mencari teman lain, agar biaya lebih murah. Karena nyeberang berdua atau berlima pun harganya tetap sama,” katanya.

Suasana tahun baru tersebut, tidak hanya dimanfaatkan oleh para penyedia jasa penyeberangan. Namun warga sekitar juga berlomba-lomba mengais rezeki melalui para wisatawan. Ada yang menyediakan jasa penyewaan pelampung, alat snorkeling, maupun diving. Ada juga yang menjadikan halaman rumah mereka sebagai lokasi parkir kendaraan wisatawan, baik roda dua maupun roda empat. Hingga menjajakan beberapa kuliner yang dapat dinikmati usai lelah menikmati labuan cermin.

“Kalau parkir motor biasanya tarifnya Rp5 ribu, sedangkan parkir mobil Rp10 ribu,” tambahnya.

 

Kondisi demikian, dikatakannya selalu terjadi pada musim liburan, seperti libur lebaran maupun tahun baru dan libur panjang lainnya. Wisatawan yang datang adalah wisatawan lokal dan beberapa wisatawan mancanegara yang penasaran dengan keindahan labuan cermin.

“Musim libur seperti ini jadi momen untuk kami warga lokal mencari rezeki. Karena hampir semua potensi bisa kami gunakan, bahkan rumah-rumah warga pun bisa mendadak jadi penginapan di musim liburan,” tandasnya.(Marta)