Saat Evakuasi Pemanjat Sarang Burung, Tim Temukan Objek Wisata Baru

 

SAMBALIUNG – Dalam proses evakuasi korban kecelakaan kerja saat memanjat dinding sarang burung walet di Kampung Inaran Kecamatan Sambaliung, tanpa sengaja terlintasi spot yang dinilai memiliki potensi wisata. Salah satunya, keberadaan spot air terjun di Sungai Musuk yang ada di sekitar kampung tersebut.

Air terjun tersebut memiliki tiga tingkatan dengan ketinggian yang berbeda. Disamping itu, keberadaan hutannya yang perawan menjadi nilai tambah dalam memberikan nuansa alam yang kental.

Seperti disampaikan Yusran, salah seorang petugas medis dari PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Ia mengatakan, tim tanpa sengaja melalui lokasi tersebut saat melakukan evakuasi korban keluar hutan. Dirinya merasa takjub saat pertama kali melihat objek tersebut. Ia menyayangkan, objek alam yang seharusnya menjadi aset daerah tersebut diabaikan begitu saja.

"Karena tujuan warga yang melintasi spot itu kan untuk ke sarang burung. Kalau saya menilai sangat bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata, air terjunnya bertingkat dengan ketinggian berbeda," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (29/12/2016).

BACA JUGA : Tali Putus, Seorang Pekerja Sarang Burung Walet Nyaris Temui Ajal

Meski jarak menuju objek tersebut sekitar 3 jam lamanya ditempuh berjalan kaki, namun menurutnya, jika objek tersebut dikembangkan oleh pemerintah setempat dengan membuatkan akses jalan, bukan tidak mungkin destinasi wisata yang ada di Kabupaten Berau menjadi lebih beragam.

Apalagi disebutkannya, sejauh ini objek wisata yang begitu dipopulerkan adalah sektor bahari, padahal dengan alam Berau yang begitu luas, masih banyak potensi alam yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang belum diketahui. Seperti keberadaan air terjun yang ada di Sungai Musuk.

BACA JUGA : Begini Cerita Lengkap Upaya Evakuasi Pemanjat Sarang Burung PT Wallesta yang Dramatis

"Mengapa tidak kita imbangkan saja antara potensi wisata bahari dan wisata alamnya. Saya kira, ini akan jadi perpaduan wisata yang sangat baik. Sangat sayang jika keberadaan objek ini disia-siakan. Apalagi hutan yang ada disekitarnya juga masih sangat terjaga, sangat cocok untuk wisata outbond," jelasnya.

 

Jika pemerintah ingin menambah objek wisata alam seperti objek air terjun, ia menyarankan agar spot tersebut menjadi salah satu alternatif. Pasalnya, saat ini, air terjun yang telah dijadikan objek wisata masih tergolong sedikit. Sementara, wisatawan asing ataupun lokal, jika datang ke Berau hanya melihat satu, atau dua air terjun akan merasa rugi.

"Kalau turis hanya mendatangi satu spot jelas mereka merasa rugi. Nah jika objek air terjun yang ada di Kabupaten Berau ini dikelompokkan dan dipromosikan secara serius, jelas wisatawan akan menjelajahi dari satu spot ke spot yang lain. Dan ini jelas berdampak pada pendapatan daerah, serta masyarakat setempat, " bebernya.(Hendra Irawan)