Objek Wisata Baru Pantai Ulingan Perlu Pembenahan

 

TANJUNG REDEB – Dunia pariwisata di Kabupaten Berau sepertinya tak ada habisnya untuk dibahas. Pasalnya, masih banyak surga dunia yang masih perawan dan belum dijamah oleh banyak manusia serta letaknya kadang tersembunyi.

Seperti pada akhir pekan tadi, wisatawan lokal berbondong-bondong mengunjungi sebuah pantai yang berada tidak jauh dari ibukota Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Tanjung Batu. Pantai yang memiliki bentangan bibir pantai cukup panjang itu diketahui bernama Pantai Ulingan.

Untuk mengunjungi Pantai Ulingan, masyarakat dapat menempuh jalur darat dengan jarak tempuh hingga 2,5 jam lamanya dari ibukota Kabupaten. Usai tiba dilokasi, pengunjung akan dimanjakan oleh deburan ombak yang cukup kecil sehingga aman bagi wisatawan yang membawa anak kecil. Namun, keindahan tersebut memang belum didukung oleh sarana dan prasarana yang mendukung, seperti tempat parkir dan sebagainya.

Hal ini seperti yang dikeluhkan salah satu wisatawan asal Kecamatan Tanjung Redeb, Uga. Ia mengeluhkan terkait tidak adanya lahan parkir yang memadai di kawasan wisata air tersebut. Kondisi ini membuat para pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke lokasi Pantai Ulingan.

“Tidak ada parkir mobil jadi harus berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke lokasi,” ujarnya baru-baru ini.

 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, lanjut Uga, seharusnya dapat mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi permasalahan yang ada seperti tidak adanya lahan parkir di objek wisata itu. Terlebih, Pantai Ulingan ini baru dikenal masyarakat, khususnya wisatawan lokal.

“Pemerintah seharusnya siap menyambut wisatawan karena Pantai Ulingan ini masih baru. Tata kelola parkir yang utama dan sediakan WC umum untuk ganti pakaian. Jadi, wisatawan tidak sia-sia datang kesini,” lanjutnya.

Sementara itu, Mila, wisatawan lainnya mengeluhkan kebersihan di sepanjang bibir Pantai Ulingan yang kotor dan minimnya tempat sampah yang ada di kawasan tersebut.

“Sayang loh, inikan salah satu objek wisata. Seharusnya, dikelola yang bagus agar masyarakat puas berkunjung kesini, apalagi saat momen libur panjang seperti saat ini. Berau ini punya banyak wisata yang masih tersembunyi,” bebernya.

Untuk itu, tambah Mila, ada dua pekerjaan rumah yang seharusnya difokuskan pemerintah daerah melalui SKPD terkait untuk diselesaikan. Yakni, menyelesaikan permasalahan lahan parkir dan juga ketersediaan tempat sampah di kawasan objek wisata. Sebab, jika objek wisata itu telah tertata rapi dan bersih, maka sangat akan semakin banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Selain berkunjung ke Derawan dan Maratua, wisatawan juga bisa datang kesini. Namun, ini harus dikelola dengan baik dulu agar lebih bagus dan menarik,” pungkasnya.(Andi Sawega)