Wisatawan Keluhkan SDM Pelaku Wisata Derawan

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau, khususnya ke Kepulauan Derawan setiap tahunnya semakin meningkat. Namun demikian, booming pariwisata di Berau tersebut belum bisa maksimal dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku wisata, maupun masyarakat lokal.

Dengan potensi yang ada, impian untuk membuat Kepulauan Derawan menjadi kawasan utama pariwisata nasional bukan tidak mungkin terjadi. Salah satu yang perlu dipacu adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang kompeten dalam hal pelayanan terhadap wisatawan diyakini akan membuat pariwisata Berau nantinya semakin membahana.

Hal ini seperti yang dikeluhkan salah satu wisatawan, Nasrudin Ansori. Pria yang diketahui juga bekerja sebagai biro perjalanan wisata (agen travel) ini menilai, kualitas SDM pelaku wisata khususnya pengelola penginapan (hotel) maupun transportasi seperti rental mobil dan speedboat di objek wisata Pulau Derawan masih sangat rendah.

Terlihat dari respon yang dirasakan dirinya sebagai calon customer pada saat akan melakukan pemesanan tempat beristirahat di salah satu penginapan. Nasrudin malah mendapatkan pelayanan yang tidak mengenakan, yakni salah satu pengelola penginapan yang tidak pernah membalas pesan singkatnya hingga mengangkat teleponnya.

Selain respon pihak pengelola penginapan yang sangat lamban, masalah tingginya harga sewa speedboat ukuran medium yang digunakan untuk perjalanan antar jemput juga menjadi keluhannya. Bahkan, diduga masih adanya calo mobil rental yang kerap memanfaatkan para wisatawan.

“Di Indonesia, rasanya Derawan adalah destinasi paling buruk soal kualitas SDM pelaku wisata lokalnya. Mulai dari pihak hotel, speedboat sampai calo mobil rental. Hari ini Senin (19/12/2016) saya dibuat kesal, sewa speedboat medium di mark up jadi Rp50 juta pulang pergi dan SMS berkali-kali ke staf hotel buat booking kamar, tapi tidak pernah dibalas. Giliran di telp tidak diangkat, giliran diangkat pura-pura lagi meeting. Padahal saya adalah calon customer, harusnya mereka senang bakal dapat bookingan,” ungkapnya seperti yang dikutip beraunews.com di media sosial facebook, Selasa (20/12/2016) malam.

Tak sampai disitu, Nasrudin juga mengatakan, kondisi ini sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Tapi, tidak pernah ada perubahan dari pelaku wisata tersebut. Ia pun membandingkan SDM pelaku wisata di Derawan dengan pelaku wisata di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah yang dinilainya jauh lebih profesional dan responnya cukup baik terhadap calon wisatawan.

“SDM wisata tidak baik kayak begini sudah berlangsung lama di Derawan. Beda sekali sama tata kelola Tanjung Puting yang jauh lebih profesional dan fast response (merespon cepat). Heran, gini-gini tetap saja wisatawan ke Derawan ramai, What The Fact (Apa yang salah dengan itu)!,” ujar pria yang juga diketahui sebagai penulis buku perjalanan wisata ‘Jelajah Kalimantan’ ini.

Ketika wartawan beraunews.com mengirimkan pesan singkat melalui facebook terkait jasa penyewaanya speedboat yang menerapkan harga tinggi itu, Nasrudin menjelaskan, pihaknya menggunakan jasa sewa speedboat yang berasal dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Komentar Nasrudin akan SDM pelaku wisata di Pulau Derawan dilaman facebook pribadinya ini pun telah ditanggapi hingga ratusan pengguna facebook dan dibagikan sebanyak 22 kali. Berbagai komentar pro dan kontra cukup mewarnai komentar tersebut.

Misalnya, salah satu pengguna facebook yang menuliskan komentar pro, Nike Vonika. Ia menilai komentar itu merupakan salah satu tulisan yang bagus dengan harapan memberikan perbaikan kepada pelaku wisata tersebut akan pentingnya pelayanan yang prima.

“Terima kasih review-nya, semoga semakin banyak para traveler kita nulis-nulis yang begini dengan harapan ada perbaikan,” tulisnya.

Ada yang juga yang menuliskan komentar kontra seperti yang dilakukan Rico Maratua Payung-Payung. Ia menilai, tidak semua pelaku wisata yang ada di Derawan itu memiliki SDM yang kurang.

“Tidak semua juga pelaku wisata yang ada di Derawan itu SDM-nya kurang. Nah kita sebagai kepala tour harus bisa memilih orangnya,” komentarnya.(Andi Sawega)