Wisatawan Keluhkan Tak Adanya Dermaga di Kaniungan

 

BIDUK-BIDUK – Tak adanya dermaga di Pulau Kaniungan membuat sulit para wisatawan yang berkunjung menggunakan kapal besar untuk merapat ke pulau wisata itu. Tak sedikit pengunjung harus menggunakan alternatif lain untuk menyeberang dari kapal ke pulau, lantaran kapal tak bisa merapat.

Seperti pantauan beraunews.com, kapal-kapal besar yang membawa wisatawan harus menurunkan jangkar sekitar 200 meter dari bibir pantai. Para wisatawan harus naik alat buatan pemilik kapal berupa styrofoam yang dibentuk persegi empat berukura 1 x 1,5 meter.

Salah satu wisatawan, Heri Iswadi mengatakan, potensi wisata Pulau Kaniungan sudah cukup dikenal, jadi selayaknya sudah perlu ada jembatan atau dermaga untuk sandarnya kapal-kapal pengangkut para wisatawan agar memudahkan akses menuju pulau.

"Saya pakai kapal besar, susah kalau air surut, kapal sandarnya jauh dari bibir pantai, jadi sudah perlu adanya jembatan," ungkapnya kepada beraunews.com, baru-baru ini.

BACA JUGAPulau Kaniungan, Surga Tersembunyi di Ujung Selatan Berau

Dikatakannya, menyeberang dari kapal menuju bibir pantai dirasa sangat mengerikan bagi wisatawan yang tidak bisa berenang. Namun bagi yang bisa berenang mungkin seru, tapi perlu menguras tenaga karena harus menarik tali.

"Seru sih. Tapi capek karena kita harus tarik tali biar bisa menuju tepi pantai, berat sekali karena arus yang cukup deras disitu," tambahnya.

Heri berharap secepatnya ada dermaga di Pulau Kaniungan agar memudahkan wisatawan atau kapal-kapal besar yang berkapasitas puluhan orang untuk bersandar.

BACA JUGA : Kabupaten Berau Surganya Pariwisata

"Harapannya ya tahun depan lah sudah ada dermaganya. Jadi kalau instansi atau rombongan mau berlibur bisa 1 kapal yang besar, kan itu bisa menghemat juga," pungkasnya.(Dedy Warseto)