Tingkatkan Kapasitas SDM, Lekmalamin Gelar Pelatihan Guiding And Interpreter

BIDUK-BIDUK – Untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya yang ada di daerah wisata Labuan Cermin, Kecamatan Biduk-Biduk, Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuan Cermin (Lekmalamin), menggelar pelatihan pemandu wisata dan penerjemah (Guiding and Interpreter) untuk masyarakat setempat, 3-4 September 2016 kemarin di Labuan Cermin.

Pelatihan yang difasilitasi Yayasan Penyu Berau (YPB) dan Yayasan Komunitas Belajar Indonesia (Yakobi) tersebut diikuti oleh 5 anggota Lekmalamin dan 5 warga yang tertarik mendalami cara berkomunikasi dan menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke daerah mereka.

Seperti diketahui, setiap tahun Kecamatan Biduk-Biduk merupakan salah satu destinasi wisata yang dapat menarik puluhan ribu wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menikmati keindahan alamnya. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pelatihan pemandu wisata dan penerjemah tersebut dirasa sangat perlu dilakukan.

Disampaikan Koordinator Pembangunan Lekmalamin yang juga merupakan Koordinator Program Tropical Forest Conservation Act (TFCA), Sudirman, pelatihan pemandu wisata dan penerjemah tersebut merupakan yang pertama dilakukan pihaknya. Selain untuk meningkatkan kapasitas lembaga, juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk belajar memandu dan mendampingi wisatawan khususnya yang berasal dari mancanegara.

“Pada awalnya kita tidak tahu apa itu guide, sementara daerah kita ini adalah yang paling sering dikunjungi wisatawan asing. Tentunya dengan arahan dan bimbingan dari fasilitator kita sedikit demi sedikit kita mengerti dan paham,” bebernya kepada beraunews.com, Senin (5/9/2016).

BACA JUGA : Masyarakat Wilayah Wisata Wajib Kuasai Bahasa Asing

Peserta pelatihan diberikan wawasan mengenai pengertian wisata, pemandu wisata, jenis pemandu wisata, penggolongan pramuwisata, teknik berbicara, peranan pemandu, teknik memandu wisata, kode etik pramuwisata serta beberapa hal yang tidak diperbolehkan dalam melakukan pemanduan wisata dan sebagainya.

Selain itu peserta juga dibekali beberapa langkah untuk menjadi pramuwisata antara lain Greeting, Introducing, penjelasan SOP baik diperjalanan dan SOP di objek wisata, penjelasan objek wisata dan hal lainnya seperti sejarah dan ekosistem.

Di akhir pelatihan, peserta juga diminta untuk membuat dialog tentang guiding dalam Bahasa Inggris. Satu demi satu peserta mencoba untuk maju kedepan guna melakukan praktik guiding yang baik.

“Tujuan lain dari pelatihan ini kita sangat berharap nantinya akan terbentuk tim pemandu wisata yang berasal dari kelompok masyarakat maupun dari Lekmalamin sendiri,” tandasnya.(Marta)