Merabu Bakal Tawarkan Wisata Outbond

KELAY – Kian dikenal dengan berbagai potensi wisata alamnya, Kampung Merabu dilirik jadi kawasan ekowisata.

Ruslan Latenrilawa, Seksi Museum dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan Kalimantan Timur menuturkan, pihaknya tengah mempelajari ide tersebut. Khususnya daerah sekitar Danau Nyadeng yang sangat nyentrik dengan air hijau jernih serupa Labuan Cermin, Biduk-Biduk.

"Kami pikir, akan sangat elok jika beningnya Danau Nyadeng bisa dipadukan dengan sarana outbond. Flying fox, misalnya," ujarnya pada beraunews.com beberapa waktu lalu.

Dengan biaya sekira Rp50 juta untuk pemenuhan peralatan, sarana tersebut tentu akan menawarkan sensasi lebih bagi para pengunjung. Mulai dari menikmati jernihnya Nyadeng yang berasal langsung dari bawah perbukitan karst, atau dapat melanjutkan tracking ke puncak bukit kapur Ketepu untuk menikmati pemandangan dari 380 meter di atas permukaan laut.

"Nah, sekaligus pemenuhan sarana penunjang wisata lainnya. MCK (mandi, cuci, kakus), salah satunya. Karena saat ini, danau Nyadeng sudah punya rumah pohon yang bisa digunakan bermalam jika tidak membuat tenda sendiri," ujar pria berkacamata tersebut.

Dengan bertambahnya fasilitas tersebut nantinya, tentu akan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pengunjung. Sehingga sudah barang tentu, dapat turut serta menambah pundi rupiah warga kampung yang dipimpin Franly Oley itu.

Untuk diketahui, saat ini Merabu kerap dikunjungi pengunjung baik dalam maupun luar negeri dengan keelokan danau Nyadeng, Tebo, Beloyot dan puncak Ketepunya.(Iin Maisaroh)