Adji Bachrul Hadie, Ketua Dewan Adat Nasional Kesultanan Gunung Tabur

TANJUNG REDEB – Belum lama setelah Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur dikukuhkan, Rabu (10/2/2016) lalu, Presiden Joko Widodo turut menetapkan Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, Adji Bachrul Hadie, sebagai Ketua Dewan Adat Nasional Kesultanan Gunung Tabur. Hal itu diungkapkan langsung oleh Adji Bachrul Hadie, saat berbincang dengan beraunews.com, di Keraton Kesultanan Gunung Tabur, baru-baru ini.

Dikatakannya, penetapan dirinya sebagai Ketua Dewan Adat Nasional Kesultanan Gunung Tabur tersebut dilakukan pada Juli 2016 lalu, di Gedung Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Sebagai Kabupaten yang memiliki 2 Kerajaan sekaligus, yakni Kerajaan Sambaliung dan Gunung Tabur, dirinya mengaku sangat menghargai tugas yang disematkan kepadanya sebagai pemangku adat sekaligus Ketua Dewan Adat Nasional Kesultanan Gunung Tabur.

“Saya dipercaya oleh Presiden Joko Widodo, penetapan ini saat itu didampingi juga oleh Puan Maharani,” ungkapnya.

Adji Bachrul Hadie merupakan putra Sultan terakhir Keraton Gunung Tabur, yakni H. Raden Muhammad Ayoeb, merupakan pemangku adat kedua setelah H. Adji Iskandar Ayoeb.

“Pemangku adat sebelum saya adalah kakak kandung saya juga,” ujarnya.

Pengukuhan dirinya sebagai Ketua Dewan Adat Nasional Kesultanan Gunung Tabur akan dilaksanakan pada September 2016 mendatang.

Ia berharap dengan posisinya sebagai pemangku adat maupun ketua dewan adat nasional mampu menjaga kerukunan dan kekeluargaan masyarakat Berau dan mempertahankan kebudayaan serta melestarikan segala bentuk peninggalan di zaman kerajaan Gunung Tabur.

“Kita orang Berau harus bisa menjaga keutuhan Berau. Apalagi kita semua ini adalah bersaudara, semoga nantinya Berau semakin erat tali kekeluargaannya,” tandasnya.(Marta)