Tiap Kecamatan Harus Gelar Pawai Pembangunan

TELUK BAYUR – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Rohaini mengimbau kepada seluruh Kecamatan untuk melaksanakan pawai pembangunan di masing-masing wilayah Kecamatan setiap tahunnya. Hal itu sebagai bentuk melestarikan budaya sekaligus cara mengundang wisatawan lokal untuk mengunjungi masing-masing Kecamatan yang menggelar pawai budaya.

Saat ini, kecamatan yang rutin melaksanakan pawai pembangunan berturut-turut selama 3 tahun hanya Kecamatan Teluk Bayur. Sementara, Kecamatan Tanjung Redeb yang biasanya menjadi pusat pawai pembangunan seluruh kecamatan, tahun ini tidak menggelar pawai. Rohaini juga mengatakan, jika pawai hanya dilaksanakan di pusat kota saja, maka tidak semua masyarakat dapat menikmati.

“Harusnya ini bisa dilakukan oleh setiap Kecamatan yang ada, dan Teluk Bayur sudah tiga kali berturut-turut selalu melaksanakan pawai, ini bisa menjadi contoh bagi Kecamatan yang lain,” ujarnya saat ditemui beraunews.com disela-sela kegiatan pawai budaya di Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (20/8/2016).

Selain menjadi pintu masuknya wisatawan lokal ke kecamatan-kecamatan yang ada di Berau, pawai pembangunan juga diharapkan bisa menjadi sarana belajar bagi masyarakat umum, khususnya pelajar yang ikut serta dalam pawai pembangunan tentang keberagaman budaya yang ada di Indonesia, baik itu suku, bahasa maupun adat istiadat masyarakat yang ada di daerah masing-masing.

“Lewat pawai pembangunan ini, kita bisa memberikan edukasi kebudayaan untuk anak-anak kita. Cara yang asyik dan mudah diterima, dan lagi masyarakat punya tujuan wisata budaya setiap tahunnya,” tambahnya.

Disbudpar siap menjalin koordinasi dengan seluruh kecamatan yang ada untuk mengarahkan pawai pembangunan yang akan digelar. Ia berharap ditahun-tahun selanjutnya setiap kecamatan yang ada sudah bisa menggelar pawai sendiri. Ia juga menambahkan, anggaran yang digunakan untuk melakukan pawai pembangunan tersebut merupakan anggaran dari kecamatan dalam bentuk partisipasi.

“Tidak hanya satu tahun sekali, bisa juga event seperti ini dilaksanakan setiap bulan agar nilai-nilai kebudayaan kita terus tertanam dari anak-anak sampai yang dewasa. Hal ini bisa mengembalikan kejayaan kita pada zaman dulu, dimana nilai- nilai budaya masih kental dirasakan,” tandasnya.(mta)