Mubes Dayak Uma Baha, Dihadiri 2 Warga Negara

KELAY – Untuk kali pertama, masyarakat suku Dayak Uma Baha menggelar Musyawarah Besar (Mubes) yang dipusatkan di Kampung Merasa Kecamatan Kelay, Rabu (20/7/2016).  Hajatan akbar ini bahkan dihadiri suku Dayak dari Indonesia dan Malaysia.

Bupati, Muharram dan Wakil Bupati, Agus Tantomo serta rombongan tidak menyangka jika acara mubes ini begitu meriah.

"Saya sangat mengapresiasi terhadap panitia pelaksana, ini kegiatan anggarannya saya dengar sempat kekurangan tetapi meski demikian tetap berjalan dengan lancar, sangat luar biasa bahkan di luar perkiraan saya," ungkap Bupati dalam sambutannya.

Menurut Bupati, mubes ini harus menjadi wadah bagi suku Dayak Uma Baha Indonesia dalam bertukar pikiran dengan suku Dayak Uma Baha asal negeri jiran Malaysia.

"Mubes yang dilaksanakan pertama kali telah dihadiri dua negara. Indonesia dan Malaysia, saya minta kepada seluruh peserta mubes, kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan seksama untuk menjadi wadah bertukar pikiran bagi suku Dayak Uma Baha Indonesia dengan Malaysia, agar kita juga bisa maju seperti di negeri jiran sana,'' harap Bupati.

Disampaikan pula, dirinya bersama Wakil Bupati sempat menerima proposal untuk kegiatan acara tersebut. Namun dengan waktu yang begitu mepet terlebih dengan ketatnya keuangan pemerintahan saat ini, sehingga sulit mencari dana untuk membiayai kegiatan. Sehingga, dengan inisiatif dirinya bersama Wakil Bupati, diserahkan bantuan dari dana pribadi berupa uang belasan juta rupiah untuk acara tersebut.

"Kemarin saya dapat proposal terkait pelaksanaan acara ini. Pemkab mau bantu, tapi anggaranya susah dicarikan. Akhirnya saya dan Wabup berinisiatif memberikan bantuan dari kantong pribadi untuk acara ini sebesar Rp15 juta," tambahnya.

Sementara, dalam sambutannya Kepala Adat Suku Dayak Provinsi Kaltim, Laden Mering mengatakan, momen mubes tahun 2016 ini digagas selain sebagai wadah silaturahmi antar Suku Dayak Uma Baha, juga sebagai sarana diskusi mempertahankan budaya dan tradisi.

“Kami  telah terpisah selama puluhan tahun, dalam mubes ini, selain kita membahas sektor pendidikan, kesehatan namun juga kita berupaya mempertahankan tradisi dan budaya agar tak tergerus zaman, meskipun sudah berpisah jauh dan bercampur dengan tradisi lainnya," jelas pria yang juga Penasehat Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) itu.

Pembukaan mubes ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Berau, seperti Asisten III dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Juga hadir Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb. Rencananya mubes ini akan dilaksanakan selama sepekan dari 18 Juli hingga 23 Juli 2016.(msz)