Ini Arti Penting Pamfir

TELUK BAYUR – Parade Musik Idul Fitri (Pamfir) merupakan ajang bagi para pemuda pemudi Berau untuk menyalurkan hobi dan bakat di bidang musik. Acara rutin tahunan yang dilaksanakan di hari ketiga lebaran Idul Fitri di lapangan Teluk Bayur Kecamatan Teluk Bayur itu menjadi magnet tersendiri bagi para pemusik daerah untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka.

Ketua Panitia Pamfir tahun 2016, Rahmadani yang ditemui beraunews.com, Jum'at (8/7/2016) usai kegiatan mengatakan, acara ini sudah menjadi kegiatan rutin yang digagas pemuda pemudi Teluk Bayur sejak tahun 1992 dan sampai saat ini acara ini masih terus berlangsung.

"Acara ini terlaksana atas kerja sama DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan-red) KNPI Kecamatan Teluk Bayur dengan Pemkab, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan pihak swasta. Acara ini lahir didorong oleh keinginan untuk menyumbangkan pikiran demi meningkatkan minat dan mengembangkan bakat pemuda dan pemudi di Kabupaten Berau," jelasnya.

Dikatakannya, Pamfir sengaja diciptakan sebagai wadah bereksperesi, berkompetisi, mengembangkan bakat serta meningkatkan prestasi kearah profesionalis kawula muda. Wujudnya, diacara ini disuguhkan atraksi musik dari berbagai band-band lokal yang berkompetisi untuk mendapatkan predikat sebagai band terbaik.

"Penampilan dari band peserta ini akan dinilai tim juri dari berbagai aspek, seperti kekompakan di atas panggung dan kemampuan musikalitas masing-masing personilnya," tuturnya.

Selain itu, lanjut Dani, acara tahunan ini juga bermaksud untuk menjalin silaturahmi antar sesama masyarakat maupun pemerintah dan pihak swasta. Oleh karenanya, acara ini dikaksanakan setiap hari ketiga lebaran Idul Fitri.

"Hal-hal ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri kegiatan Pamfir. Jadi tidak heran jika di ajang ini selalu dipadati oleh masyarakat Kabupaten Berau," bebernya.

Acara ini tak hanya menyuguhkan kompetisi antar band saja tetapi diselingi pertunjukan lainnya. Hal tersebut, dikatakan Dani, dimaksudkan agar acara yang berlangsung tidak terkesan monoton yang menyuguhkan hal itu-itu saja.

"Iya benar, Pamfir tidak hanya menampilkan kompetisi band, tetapi ada juga kompetisi tari, kesenian etnik, lomba da’i cilik hingga kesenian Hadrah yang bernapaskan Islam juga turut menyemarakan acara ini," pungkasnya.(dws)