Penggalang Dana Bagi Kakek Syukri

TANJUNG REDEB – Belasan pemuda dari Duta Pemuda Kabupaten Berau, Pemuda Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Berau dan juga Komunitas Pemuda Mahasiswa  Berau (KPMKB) Cabang Makassar gelar bakti sosial (baksos) penggalangan dana di kawasan strat bundar Tanjung Redeb, Sabtu (2/7/2016).

Penggalang dana ini sebagai bentuk kepedulian pemuda dan mahasiswa terhadap masyarakat yang berada di bawah garis kemiskininan dan mengalami kesusahan,  seperti yang dialami Kakek Syukri (80) warga Jalan Dr. Soetomo.

“Beliau di usia yang hampir 80 tahun menderita kelumpuhan sehingga hanya bisa menghabiskan hari tuanya dengan terbaring. Selain itu, Kakek Syukri juga diketahui merupakan seorang guru mengaji, namun akibat kelumpuhanya tersebut dirinya terpaksa harus berhenti mengajar mengaji bagi anak-anak di sekitar tempat tingalnya, jadi kita ingin membantu mengurangi bebannya,” jelas Ketua Pelaksana Kegiatan, Juni Iskandar di sela kegiatan penggalangan dana.

Meski di tengah sengatan terik matahari, tak menyurutkan semangat para pemuda dan mahasiswa untuk mencari donasi bagi Kakek Syukri. Setiap kendaraan yang berhenti di traffic light (lampu merah) strat bundar Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, disodorkan kotak yang terpasang foto Kakek Syukri tengah terbaring. Satu persatu pengendara mulai memberikan santunan mereka. Diakui Juni, kepedulian masyarakat Berau terhadap sesama masih cukup tinggi.

“Kita kaget, baksos penggalangan dana hanya sekitar satu jam tiga puluh menit, tetapi yang kami dapat lebih dari yang kami pikirkan. 4 kotak yang kami siapkan di setiap jalan hampir seluruhnya penuh, setelah kami hitung, diperoleh dana Rp5,8 juta. Kita apresiasi sekali, ternyata kepedulian warga Berau terhadap sesama cukup tinggi. Uang tunai dan sembako yang berhasil kami dapatkan ini akan kami serahkan kepada Kakek Syukri pada 3 Juli 2016,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kakek Syukri sempat dilarikan ke rumah sakit, namun terpaksa harus di rawat dirumahnya lantaran tak lagi memiliki biaya. Kini, Kakek Syukri hanya berharap kepada adik sulungnya untuk merawat tubuhnya yang tak lagi tangguh seperti dulu.(msz/Adv)