Bupati : Kalau Bisa Rekor MURI Berau Juga Dalam Bentuk Lain

 

TANJUNG REDEB – Tak dipungkiri, keberhasilan Kabupaten Berau dalam mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tak diragukan lagi. Setelah sebelumnya ada pemecahan rekor untuk Deklarasi Anti Narkoba, kini, lontong Cap Go Meh juga tercatat sebagai rekor baru Kabupaten Berau di MURI.

Sebanyak 11 ribu mangkok ludes dalam sekejap saat acara berlangsung. Bahkan, beberapa pengunjung yang hadir mengaku tak kebagian karena mesti berebutan dengan yang lainnya. Padahal, mereka mengaku ingin ikut ambil bagian pemecahan rekor ini dengan ikut menyantap lontong yang sudah disiapkan oleh panitia.

Meskipun tak semua kebagian, acara gelaran tahunan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari Bupati Berau Muharram. Bahkan, ia juga mengikuti jalannya acara hingga selesai, yaitu penerbangan lampion. Dikatakannya, acara ini sangat bagus karena menunjukkan bagaimana kebudayaan Tionghoa, dan juga sebagai hiburan masyarakat Berau.

“Saya apresiasi sekali. Acaranya luar biasa. Apalagi ini merupakan rekor MURI pertama di Indonesia, berupa makan lontong bersama sebanyak 11 ribu mangkok. Tetapi, jangan sampai ini hanya berhenti sampai di sini saja, kita masih bisa melakukan kegiatan lainnya guna memecahkan rekor. Ini saran saja sih dari saya,” terangnya.

 

Menurut Muharram, alangkah baiknya jika pemecahan rekor berupa sesuatu yang juga lebih bermanfaat ke depannya, misalnya dengan penanaman pohon sebanyak 5 ribu pohon dalam sehari, atau yang lainnya.

“Kalau misal pohon Jabon, ditanam secara serempak di seluruh kampung di Berau dalam sehari itu, beberapa tahun berikutnya kan harga jualnya mahal, bisa bermanfaat juga bagi masyarakat. Sedangkan kalau lontong ini kan makanan, setelah masuk ke toilet juga hilang, tidak ada bekasnya,” ucapnya seraya bercanda.

Tetapi, untuk pemecahan rekor MURI kali ini diakui Muharram juga sangat bagus. Kabupaten Berau bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten lainnya untuk ikut berinovasi guna memecahkan rekor MURI.(bnc)