Lampion Harapan Tak Sebanding Jumlah Pengunjung

 

TANJUNG REDEB – Selain pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) makan 11 ribu lontong, di acara Cap Go Meh pada Sabtu (11/02/2017) malam juga diisi dengan penerbangan lampion atau lentera harapan ke langit oleh para tamu undangan dan pengunjung.

Penerbangan lampion tersebut memiliki filosofi yang dipercaya suku Tionghoa, bahwa harapan dan cita-cita akan terkabulkan oleh Tuhan jika berdoa dengan sungguh-sungguh.

Dalam acara tadi malam, sebanyak 5 ribu lampion diterbangkan dan diikuti dengan festival kembang api yang berlangsung selama 25 menit di akhir acara. Menurut Ketua Panitia kegiatan Vaitins Tobias, lampion tersebut dijual dan disiapkan di beberapa stan yang ada.

"Kami telah menyiapkan lampion di beberapa stan yang kami jual seharga Rp20 ribu per buah, dan 5 ribu lampion habis terjual sebelum acara penerbangan lampion dimulai," ujar pria yang akrab disapa Ating itu.

 

Sementara itu, Riduan, salah satu pengunjung mengatakan, acara tersebut bagus dan bisa menjadi tempat tujuan keluarganya untuk mengisi liburan akhir pekan.

"Acaranya bagus dan sesuai dengan filosofinya, untuk pengharapan yang lebih baik di tahun ini. Namun, lampion yang disediakan tidak sesuai dengan jumlah pengunjung yang datang dengan antusias. Jadi, banyak pengunjung yang tidak dapat menerbangkan lampion dan hanya melihat saja, padahal mereka juga memiliki harapan dan ingin menerbangkan harapannya tersebut," ungkapnya.

 

“Mudahan tahun selanjutnya panitia lebih siap terkait masalah jumlah lampion ini. Jangan sampai ada penonton yang hanya benar-benar jadi penonton saja, tanpa mengikuti keseluruhan acara lantaran tidak mendapatkan lampion,” harapnya.

Sayangnya, agenda penerbangan lampion tidak berjalan sesuai jadwal karena ada beberapa pengunjung yang menerbangkan lampion sebelum acara dimulai.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia